Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Januari 2025 | 14.48 WIB

6 Taktik yang Sering Digunakan untuk Memanfaatkan Seseorang, Salah Satunya Berbohong tentang Masa Depan

Ilustrasi bekerja (drobotdean/freepik.com) - Image

Ilustrasi bekerja (drobotdean/freepik.com)

JawaPos.com - Orang yang memanfaatkanmu sering memakai manipulasi psikologis, baik yang halus maupun kasar guna mempengaruhi keputusan dan tindakanmu. Mereka berusaha mengendalikan pikiran dan perasaanmu tanpa disadari, membuatmu merasa seolah-olah bertindak atas kehendak sendiri, padahal mereka sedang mengeksploitasi situasi demi keuntungan mereka.

Mereka mungkin menggunakan rasa bersalah, intimidasi, atau kebohongan guna menutupi niat asli mereka, sehingga kamu tidak menyadari bahwa mereka memanipulasimu. Dilansir dari verywellmind.com, berikut ini berbagai taktik yang sering digunakan untuk memanfaatkan seseorang, salah satunya berbohong tentang masa depannnya.

1. Gaslisting

Gaslighting merupakan taktik manipulasi psikologis di mana seseorang secara sengaja menyangkal atau meremehkan kenyataan yang dialami, dengan tujuan membuatmu meragukan persepsi, ingatan, atau kewarasanmu sendiri. Dalam situasi gaslighting, pelaku akan membalikkan fakta dan menyatakan bahwa apa yang kamu alami atau rasakan tidak terjadi, atau bahwa dirimu salah mengingatnya, bahkan jika kamu yakin dengan apa yang terjadi.

Tindakan ini umumnya sangat merusak sebab membuat korban merasa bingung, kehilangan rasa percaya diri, dan akhirnya meragukan kemampuan mereka menilai kenyataan secara objektif. Dalam jangka panjang, gaslighting bisa mengakibatkan kerusakan emosional dan membuat korban merasa terisolasi dan tidak percaya pada diri mereka sendiri.

2. Love bombing

Love bombing adalah taktik manipulasi emosional di mana seseorang memberikanmu perhatian, kasih sayang, dan pujian secara berlebihan dan intens dalam waktu singkat, dengan tujuan mempengaruhi perasaanmu. Perilaku ini sering dimulai dengan cara yang tampaknya penuh cinta dan perhatian, namun sebenarnya, ini adalah strategi guna membuatmu merasa terikat dan bergantung pada mereka.

Melalui love bombing, pelaku berusaha membangun keterikatan emosional yang kuat, sehingga kamu lebih mudah dipengaruhi dan dikendalikan. Meskipun kamu mungkin merasa dihargai dan istimewa, kenyataannya ini merupakan taktik manipulasi demi mendapatkan kontrol emosional atas dirimu. Begitu mereka merasa kamu terikat, perhatian dan kasih sayang tersebut bisa berkurang atau berubah menjadi tuntutan.

3. Berbohong tentang masa depan

Berbohong tentang masa depan menjadi bentuk manipulasi yang lebih ekstrem dari love bombing, di mana seseorang membuat janji-janji besar tentang masa depan bersamamu yang tampaknya penuh harapan, namun sebenarnya tidak pernah dimaksudkan untuk ditepati.

Dalam taktik ini, pelaku menggambarkan visi hubungan yang ideal dan menjanjikan segala hal yang menyenangkan, seperti komitmen jangka panjang, pernikahan, atau tujuan hidup bersama dalam membangun rasa keterikatan dan kepercayaan padamu.

Sayangnya, janji-janji tersebut biasanya hanya digunakan agar memperoleh kontrol atau keuntungan emosional darimu tanpa niat serius memenuhi harapan-harapan tersebut. Ketika janji-janji itu tidak pernah terwujud, maka kamu mungkin merasa bingung, terluka, dan terjebak pada sebuah hubungan yang hanya ada di dalam kata-kata, bukan kenyataan.

4. Pasif agresif

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore