Ilustrasi seorang yang terlihat lesu karena January Blues. (Freepik).
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, kita cenderung mengumpulkan kebiasaan yang mungkin tidak baik untuk diri kita sendiri. Izinkan saya memberi tahu Anda, ada perbedaan besar antara perawatan diri dan melukai diri sendiri. Perbedaannya terletak pada pilihan yang kita buat. Terus-menerus menuruti kebiasaan tertentu bisa menjadi bentuk melukai diri sendiri, meski kita tidak menyadarinya. Perawatan diri, di sisi lain, adalah tentang memilih untuk memperlakukan diri kita sendiri dengan kebaikan dan rasa hormat, tidak peduli berapa usia kita.
Dalam artikel ini, saya akan membagikan kebiasaan-kebiasaan yang harus Anda ucapkan selamat tinggal jika Anda ingin lebih ramah pada diri sendiri seiring bertambahnya usia. Dikutip dari geediting pada Selasa (21/1), berikut 5 kebiasan yang harus ditinggalkan agar lebih ramah pada diri sendiri
1) Berpegang pada kesalahan masa lalu
Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita cenderung berpegang pada kesalahan masa lalu. Tampaknya sudah menjadi kebiasaan untuk terus meninjau kembali kesalahan-kesalahan ini dan mencaci - maki diri kita sendiri karenanya. Tapi izinkan saya memberi tahu Anda, ini tidak sehat atau baik untuk diri Anda sendiri. Konsep memaafkan diri sendiri sangat penting di sini. Ini tentang memilih untuk melepaskan kesalahan masa lalu, menerima bahwa Anda adalah manusia dan rentan terhadap kesalahan sama seperti orang lain. Ingat, memikirkan kesalahan masa lalu tidak menghasilkan apa-apa selain merampas kebahagiaan dan kedamaian Anda saat ini.
Faktanya, itu menambah stres yang tidak perlu dan bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis. Jadi, jika Anda ingin lebih ramah pada diri sendiri seiring bertambahnya usia, salah satu kebiasaan pertama yang perlu Anda ucapkan selamat tinggal adalah berpegang pada kesalahan masa lalu. Seperti yang pernah dikatakan Carl Jung, psikolog terkenal, "Saya bukanlah apa yang terjadi pada saya, saya adalah apa yang saya pilih untuk menjadi."Biarkan ini menjadi mantra Anda saat Anda memilih memaafkan diri sendiri daripada menghukum diri sendiri.
2) Mengabaikan kesehatan fisik
Sebagai penggemar mindfulness dan pendiri Hack Spirit, saya telah melihat secara langsung betapa mudahnya kita mengabaikan kesehatan fisik kita. Saya ingat saat ketika saya begitu asyik dengan pekerjaan saya sehingga saya mengabaikan kebutuhan tubuh saya. Saya melewatkan waktu makan, melewatkan sesi olahraga, dan tidur adalah kemewahan yang tidak mampu saya beli. Tapi coba tebak? Produktivitas saya terpukul, begitu pula kesejahteraan saya secara keseluruhan.
Itu adalah panggilan bangun. Saya menyadari bahwa memperlakukan tubuh saya dengan kebaikan tidak dapat dinegosiasikan, berapa pun usia saya atau seberapa sibuknya saya. Jadi, jika Anda terbiasa mengabaikan kesehatan fisik Anda, inilah saatnya untuk berubah. Mulailah memasukkan olahraga teratur ke dalam rutinitas Anda, makan makanan seimbang, dan pastikan Anda cukup tidur. Ingat, tubuh Anda adalah wadah yang membawa Anda menjalani hidup. Perlakukan dengan rasa hormat dan perhatian yang layak.
3) Membiarkan ego mengambil alih kursi pengemudi
Ego adalah hal yang rumit. Itu meyakinkan kita bahwa kita selalu benar, bahwa kita harus selalu menang, dan bahwa perspektif kita adalah satu-satunya yang penting. Tapi inilah kebenarannya: membiarkan ego Anda mengendalikan hidup Anda bukanlah bersikap baik kepada diri sendiri. Dalam buku saya, "Rahasia Tersembunyi Buddhisme: Bagaimana Hidup Dengan Dampak Maksimum dan Ego Minimum", saya mempelajari filosofi Buddhis tentang pembubaran ego. Filosofi ini mengajarkan kita untuk melepaskan kecenderungan obsesif diri kita dan menumbuhkan kerendahan hati.
Ketika kita melepaskan ego kita, kita membuka diri terhadap perspektif, pengalaman, dan koneksi baru. Kita menjadi lebih berempati dan pengertian, yang mengarah pada hubungan yang lebih sehat dan pertumbuhan pribadi. Jadi, jika Anda terbiasa membiarkan ego mengatur tindakan dan keputusan Anda, inilah saatnya untuk mundur. Luangkan waktu sejenak untuk merenung, melatih kerendahan hati, dan ingat bahwa selalu ada sesuatu yang baru untuk dipelajari dari orang lain. Seiring bertambahnya usia, memilih empati daripada ego bisa menjadi salah satu hal paling baik yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri.
4) Terlalu berkomitmen pada diri sendiri
Di dunia yang menghargai kesibukan, mudah untuk jatuh ke dalam kebiasaan berkomitmen berlebihan pada diri sendiri. Anda mungkin berpikir bahwa mengatakan 'ya' untuk setiap permintaan atau peluang menunjukkan dedikasi dan dorongan. Tapi inilah yang dikatakan psikologi kepada kita: Komitmen yang berlebihan dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan penurunan produktivitas. Itu juga dapat merampas kemampuan Anda untuk menikmati hidup dan hadir pada saat itu.
Praktik menetapkan batasan adalah aspek penting dari perawatan diri. Ini melibatkan memahami batasan Anda dan menghormatinya. Tidak semua ' ya 'membantu Anda dan tidak apa-apa untuk mengatakan 'tidak' ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan prioritas atau kesejahteraan Anda. Mengatakan 'tidak' pada awalnya bisa terasa sulit, tetapi itu adalah tindakan kebaikan untuk diri sendiri. Ini memberi Anda waktu untuk beristirahat, mengisi ulang, dan fokus pada apa yang benar-benar penting. Jadi, jika Anda terlalu berkomitmen pada diri sendiri, anggap ini sebagai dorongan lembut untuk mulai menetapkan batasan. Menjadi lebih baik pada diri sendiri seiring bertambahnya usia melibatkan menghargai waktu dan energi Anda sendiri.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
