
Ilustrasi cemas tentang masa depan (freepik)
JawaPos.com – Ketakutan akan masa depan adalah hal yang wajar dirasakan oleh banyak orang. Banyak dari kita merasa cemas tentang apa yang akan terjadi, apakah kita bisa mencapai tujuan hidup, atau bagaimana kita akan menghadapinya.
Rasa khawatir tentang masa depan ini kerap kali muncul seiring berjalannya waktu, terutama saat kita mulai memikirkan tentang pekerjaan, finansial, atau bahkan hubungan. Terkadang, kecemasan ini bisa datang begitu intens, membuat kita terjebak dalam ketakutan tanpa bisa bergerak maju.
Menurut penjelasan dalam laman artikel Universitas Hang Tuah, Selasa (21/1), kecemasan akan masa depan, yang sering disebut juga sebagai anticipatory anxiety, adalah masalah umum yang kerap dialami oleh banyak orang, baik di usia remaja maupun dewasa.
Mengenal Anticipatory Anxiety
Mengutip penjelasan Rania Hendradwiputri, S.Psi dalam artikel Love Your Self Indonesia, anticipatory anxiety atau kecemasan anticipasi adalah istilah psikologis yang menggambarkan kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan. Misalnya, kecemasan tentang jodoh, masa tua, dunia kerja, finansial, bahkan cita-cita yang belum tercapai. Rasa cemas dan takut bisa merayapi pikiran kita ketika memikirkan hal-hal tersebut sehingga menjadikannya rasa cemas yang berlebihan.
Sebenarnya menurut Rania, anticipatory anxiety adalah hal yang wajar dirasakan oleh banyak orang. Masa depan adalah sesuatu yang belum pasti, dan ketidakpastian ini secara alami menimbulkan rasa cemas karena kita tidak tahu apa yang akan datang di depan. Namun, jika kecemasan ini sampai mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan gangguan seperti serangan panik atau membuat kita menjadi sangat kritis terhadap diri sendiri, maka kecemasan ini sudah mencapai tingkat yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Ketika rasa takut terhadap masa depan mulai menghalangi kita untuk bertindak atau menghadapi masalah, itu menjadi tanda bahwa kita perlu mencari cara untuk mengatasinya. Kecemasan yang berlebihan ini bisa semakin intens jika kita merasa ragu terhadap kemampuan diri kita dalam menghadapi tantangan yang ada di depan.
Seperti yang dijelaskan oleh Rania, kecemasan ini sering kali diperburuk oleh kecenderungan untuk overthinking atau berpikir berlebihan, serta perfeksionisme yang memaksa kita untuk menginginkan hasil yang sempurna. Kedua hal tersebut, menurutnya, dapat memperburuk anticipatory anxiety karena kita terus-menerus khawatir bahwa apapun yang kita lakukan tidak akan cukup baik atau sesuai dengan standar yang kita tetapkan sendiri.
3 Langkah Praktis Mengatasi Anticipatory Anxiety
Menurut penjelasan yang dilansir dari Psychology Today, David A. Clark Ph.D., seorang Profesor Emeritus di Departemen Psikologi Universitas New Brunswick, menyatakan bahwa perasaan dread atau kecemasan intens adalah bentuk paling kuat dari anticipatory anxiety. Dread adalah kekhawatiran berlebihan tentang pengalaman yang akan datang di masa depan, yang kita khawatirkan akan menyusahkan atau mengganggu.
Jika kamu sering merasa cemas, kamu pasti tahu bahwa kecemasan ini muncul jauh sebelum kamu benar-benar dihadapkan dengan situasi yang memicu kecemasan tersebut. Untuk mengatasinya David, merilis 3 langkah praktis untuk mengatasi kekhawatiran akan masa depan:
Kecemasan anticipasi atau dread adalah perasaan cemas yang muncul jauh sebelum kita menghadapi situasi yang ditakuti. Misalnya, saat menerima undangan acara penting, kita sering kali membayangkan kegagalan atau membuat kesan buruk, yang membuat kecemasan semakin besar. Semakin sering kita berpikir tentang hal ini, semakin kuat pula kecemasan tersebut, dan kita mungkin merasa cemas tak terkendali.
Menurut David, ketika kecemasan semakin intens, kita cenderung hanya fokus pada ancaman yang ada dan merasa tidak mampu menghadapinya. Ini membuat kita terjebak dalam perasaan takut yang berlebihan, bahkan sampai menghindari situasi tersebut sepenuhnya. Guna mengatasi hal ini, penting untuk mulai bekerja dengan rasa dread itu sendiri dan mengubah cara kita melihat situasi yang akan datang.
Salah satu cara untuk mengatasi kecemasan ini adalah dengan mengalihkan fokus dari ketakutan yang berlebihan dan mempersiapkan diri secara realistis. Misalnya, dengan memikirkan kemungkinan hasil yang lebih positif dan mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi tersebut. Dengan perubahan perspektif ini, kita dapat mengurangi kecemasan dan merasa lebih siap untuk menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri.
Langkah kedua yang bisa dilakukan adalah dengan mempraktikkan pemikiran yang lebih realistis. Mulailah dengan mengidentifikasi apa yang sebenarnya kamu takuti. Misalnya, dalam kasus makan malam yang dinanti-nanti, kamu mungkin khawatir kecemasanmu akan terlihat jelas dan orang lain akan berpikir ada yang salah denganmu. Menurut David, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menulis tiga kemungkinan hasil yang bisa terjadi.
Scenario pertama adalah "nightmare" atau skenario terburuk yang paling kamu takuti, misalnya kamu menghindari percakapan dan merasa canggung sepanjang acara. Scenario kedua adalah "fairytale" atau hasil terbaik yang bisa terjadi, seperti kamu menikmati percakapan dan merasa nyaman sepanjang acara. Terakhir, buat skenario yang lebih realistis di mana kamu mungkin merasa gugup dan agak tertutup di awal, tetapi lama kelamaan merasa lebih tenang dan bisa berpartisipasi dalam percakapan.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
