Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Januari 2025 | 13.58 WIB

Nggak Usah Khawatir, 3 Langkah Praktis Ini Bisa Mengatasi Kecemasanmu Tentang Masa Depan

Ilustrasi cemas tentang masa depan (freepik) - Image

Ilustrasi cemas tentang masa depan (freepik)

JawaPos.com – Ketakutan akan masa depan adalah hal yang wajar dirasakan oleh banyak orang. Banyak dari kita merasa cemas tentang apa yang akan terjadi, apakah kita bisa mencapai tujuan hidup, atau bagaimana kita akan menghadapinya. 

Rasa khawatir tentang masa depan ini kerap kali muncul seiring berjalannya waktu, terutama saat kita mulai memikirkan tentang pekerjaan, finansial, atau bahkan hubungan. Terkadang, kecemasan ini bisa datang begitu intens, membuat kita terjebak dalam ketakutan tanpa bisa bergerak maju.

Menurut penjelasan dalam laman artikel Universitas Hang Tuah, Selasa (21/1), kecemasan akan masa depan, yang sering disebut juga sebagai anticipatory anxiety, adalah masalah umum yang kerap dialami oleh banyak orang, baik di usia remaja maupun dewasa.

Mengenal Anticipatory Anxiety 

Mengutip penjelasan Rania Hendradwiputri, S.Psi dalam artikel Love Your Self Indonesia, anticipatory anxiety atau kecemasan anticipasi adalah istilah psikologis yang menggambarkan kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan. Misalnya, kecemasan tentang jodoh, masa tua, dunia kerja, finansial, bahkan cita-cita yang belum tercapai. Rasa cemas dan takut bisa merayapi pikiran kita ketika memikirkan hal-hal tersebut sehingga menjadikannya rasa cemas yang berlebihan.

Sebenarnya menurut Rania, anticipatory anxiety adalah hal yang wajar dirasakan oleh banyak orang. Masa depan adalah sesuatu yang belum pasti, dan ketidakpastian ini secara alami menimbulkan rasa cemas karena kita tidak tahu apa yang akan datang di depan. Namun, jika kecemasan ini sampai mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan gangguan seperti serangan panik atau membuat kita menjadi sangat kritis terhadap diri sendiri, maka kecemasan ini sudah mencapai tingkat yang memerlukan penanganan lebih lanjut. 

Ketika rasa takut terhadap masa depan mulai menghalangi kita untuk bertindak atau menghadapi masalah, itu menjadi tanda bahwa kita perlu mencari cara untuk mengatasinya. Kecemasan yang berlebihan ini bisa semakin intens jika kita merasa ragu terhadap kemampuan diri kita dalam menghadapi tantangan yang ada di depan.

Seperti yang dijelaskan oleh Rania, kecemasan ini sering kali diperburuk oleh kecenderungan untuk overthinking atau berpikir berlebihan, serta perfeksionisme yang memaksa kita untuk menginginkan hasil yang sempurna. Kedua hal tersebut, menurutnya, dapat memperburuk anticipatory anxiety karena kita terus-menerus khawatir bahwa apapun yang kita lakukan tidak akan cukup baik atau sesuai dengan standar yang kita tetapkan sendiri.

3 Langkah Praktis Mengatasi Anticipatory Anxiety 

Menurut penjelasan yang dilansir dari Psychology Today, David A. Clark Ph.D., seorang Profesor Emeritus di Departemen Psikologi Universitas New Brunswick, menyatakan bahwa perasaan dread atau kecemasan intens adalah bentuk paling kuat dari anticipatory anxiety. Dread adalah kekhawatiran berlebihan tentang pengalaman yang akan datang di masa depan, yang kita khawatirkan akan menyusahkan atau mengganggu.

Jika kamu sering merasa cemas, kamu pasti tahu bahwa kecemasan ini muncul jauh sebelum kamu benar-benar dihadapkan dengan situasi yang memicu kecemasan tersebut. Untuk mengatasinya David, merilis 3 langkah praktis untuk mengatasi kekhawatiran akan masa depan:

1. Mengurangi Kecemasan Dimulai dengan Mengatasi Rasa Takut

Kecemasan anticipasi atau dread adalah perasaan cemas yang muncul jauh sebelum kita menghadapi situasi yang ditakuti. Misalnya, saat menerima undangan acara penting, kita sering kali membayangkan kegagalan atau membuat kesan buruk, yang membuat kecemasan semakin besar. Semakin sering kita berpikir tentang hal ini, semakin kuat pula kecemasan tersebut, dan kita mungkin merasa cemas tak terkendali.

Menurut David, ketika kecemasan semakin intens, kita cenderung hanya fokus pada ancaman yang ada dan merasa tidak mampu menghadapinya. Ini membuat kita terjebak dalam perasaan takut yang berlebihan, bahkan sampai menghindari situasi tersebut sepenuhnya. Guna mengatasi hal ini, penting untuk mulai bekerja dengan rasa dread itu sendiri dan mengubah cara kita melihat situasi yang akan datang.

Salah satu cara untuk mengatasi kecemasan ini adalah dengan mengalihkan fokus dari ketakutan yang berlebihan dan mempersiapkan diri secara realistis. Misalnya, dengan memikirkan kemungkinan hasil yang lebih positif dan mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi tersebut. Dengan perubahan perspektif ini, kita dapat mengurangi kecemasan dan merasa lebih siap untuk menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri. 

2. Latih Pemikiran Realistis

Langkah kedua yang bisa dilakukan adalah dengan mempraktikkan pemikiran yang lebih realistis. Mulailah dengan mengidentifikasi apa yang sebenarnya kamu takuti. Misalnya, dalam kasus makan malam yang dinanti-nanti, kamu mungkin khawatir kecemasanmu akan terlihat jelas dan orang lain akan berpikir ada yang salah denganmu. Menurut David, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menulis tiga kemungkinan hasil yang bisa terjadi. 

Scenario pertama adalah "nightmare" atau skenario terburuk yang paling kamu takuti, misalnya kamu menghindari percakapan dan merasa canggung sepanjang acara. Scenario kedua adalah "fairytale" atau hasil terbaik yang bisa terjadi, seperti kamu menikmati percakapan dan merasa nyaman sepanjang acara. Terakhir, buat skenario yang lebih realistis di mana kamu mungkin merasa gugup dan agak tertutup di awal, tetapi lama kelamaan merasa lebih tenang dan bisa berpartisipasi dalam percakapan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore