Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Januari 2025, 23.16 WIB

Etika Digital: Inilah 9 Hal yang Tidak Akan Pernah Diunggah Orang Berkelas dan Berintegritas Tinggi di Media Sosial

Ilustrasi orang yang sedang bermain sosial media. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang bermain sosial media. (Freepik)

JawaPos.Com - Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. 
 
Setiap hari, kita menggulir layar untuk melihat beragam cerita, gambar, dan video yang dibagikan oleh orang-orang di seluruh dunia. 
 
Namun, tidak semua konten yang diunggah mencerminkan kedewasaan atau integritas. 
 
Di tengah lautan informasi ini, ada sekelompok orang yang dikenal dengan sikap bijak dan berkelas mereka dalam menggunakan platform digital. 
 
Mereka memahami bahwa apa yang dibagikan di dunia maya mencerminkan karakter dan nilai-nilai mereka di dunia nyata. 
 
Dilansir dari Personal Branding Blog, inilah sembilan kebiasaan orang berkelas yang tidak akan pernah mereka unggah di media sosial, menurut pandangan psikologi dan etika digital.  
 

1. Mereka Tidak Membagikan Drama Pribadi

Orang yang berkelas paham bahwa media sosial bukanlah tempat untuk memamerkan drama pribadi atau mengumbar konflik kehidupan. 

Alih-alih menarik perhatian publik dengan unggahan penuh emosi, mereka lebih memilih untuk menyelesaikan masalah secara langsung dengan pihak terkait. 

Misalnya, jika terjadi pertengkaran dalam hubungan, mereka akan membicarakannya secara privat tanpa melibatkan orang lain. 

Selain itu, mereka menyadari bahwa membagikan drama pribadi hanya akan menciptakan kesan negatif dan membuat orang lain merasa canggung. 

Mereka percaya bahwa menjaga kehormatan diri dan hubungan dengan orang lain jauh lebih penting daripada mencari simpati atau validasi dari dunia maya.

2. Mereka Menghindari Konten yang Menyinggung atau Kontroversial

Prinsip utama orang berkelas adalah menjaga kedamaian dan keharmonisan, termasuk di media sosial

Mereka tidak akan memposting hal-hal yang berpotensi menyinggung perasaan orang lain atau memicu kontroversi. 

Konten seperti komentar politik yang ekstrem, candaan yang tidak sensitif terhadap budaya atau agama, serta ujaran kebencian selalu mereka hindari. 

Sebagai gantinya, mereka lebih memilih membagikan hal-hal yang membawa nilai positif, seperti kisah inspiratif, pencapaian yang membangun, atau informasi yang bermanfaat. 

Mereka paham bahwa media sosial adalah ruang publik, dan setiap unggahan mereka mencerminkan karakter serta nilai-nilai yang mereka anut.

3. Mereka Tidak Terus-Menerus Memamerkan atau Mempromosikan Diri

Orang berkelas tidak hidup untuk validasi dari orang lain. Mereka tidak merasa perlu untuk terus-menerus memamerkan pencapaian pribadi, barang-barang mewah, atau gaya hidup glamor. 

Mereka percaya bahwa tindakan berbicara lebih keras daripada unggahan di media sosial. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore