
Ilustrasi seorang lansia dan anaknya.
JawaPos.com - Merawat orang tua yang sudah lanjut usia seharusnya menjadi bentuk tanggung jawab dan kasih sayang dari anak kepada orang tuanya. Namun, kenyataannya, tidak sedikit orang yang menganggap orang tua lansia sebagai beban.
Pandangan ini tentu tidak muncul begitu saja. Sebaliknya, hal ini sering kali merupakan hasil dari pengalaman anak di masa kecil yang membentuk cara mereka memandang hubungan dengan orang tua di kemudian hari.
Dilansir dari laman Hack Spirit pada Jumat (10/1) berikut adalah tujuh pengalaman yang biasanya dimiliki oleh mereka yang merasa bahwa merawat orang tua lansia adalah beban.
1. Kurangnya Dukungan Emosional
Anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar kehadiran fisik orang tua. Dukungan emosional seperti perhatian, kasih sayang, dan pengertian adalah kebutuhan dasar yang sangat penting.
Jika seorang anak tumbuh dalam lingkungan di mana dukungan ini tidak terpenuhi, maka anak tersebut bisa saja menyimpan perasaan kecewa yang terbawa hingga dewasa. Ketika tiba saatnya untuk merawat orang tua yang sudah lanjut usia, emosi ini dapat muncul kembali dan membuat tanggung jawab tersebut terasa berat.
2. Konflik Masa Kecil yang Belum Terselesaikan
Masalah kecil yang tidak diselesaikan di masa kecil dapat tumbuh menjadi konflik besar yang membayangi hubungan dengan orang tua. Mungkin ada pertengkaran, rasa kecewa, atau ketidakadilan yang dirasakan, tetapi tidak pernah benar-benar dibicarakan atau diperbaiki.
Seiring waktu, luka-luka emosional ini menumpuk dan membuat hubungan menjadi dingin atau bahkan penuh dendam. Ketika diminta untuk merawat orang tua, konflik yang tidak terselesaikan ini sering kali muncul kembali. Hal ini membuat tugas tersebut terasa lebih sebagai kewajiban yang memberatkan daripada ungkapan cinta.
3. Parentifikasi di Masa Kecil
Parentifikasi adalah kondisi ketika anak dipaksa menjadi "orang tua kecil" dalam keluarga karena orang tua tidak mampu menjalankan peran mereka dengan baik. Anak-anak yang mengalami ini sering kali kehilangan masa kecil mereka, dipenuhi dengan tanggung jawab yang seharusnya bukan milik mereka.
Ketika mereka dewasa dan dihadapkan pada tugas merawat orang tua lansia, hal itu bisa memicu rasa lelah emosional yang dalam. Mereka merasa seperti kembali ke peran yang dulu tidak mereka inginkan, sehingga merawat orang tua lansia dianggap sebagai beban, bukan tanggung jawab.
4. Kurangnya Panutan
Bagaimana seseorang memandang tanggung jawab merawat orang tua sering kali dipengaruhi oleh apa yang mereka saksikan di rumah saat kecil. Jika seseorang tumbuh besar melihat orang tua mereka merawat kakek-nenek dengan penuh cinta dan penghormatan, mereka lebih mungkin menganggap hal tersebut sebagai bagian alami dari kehidupan.
Namun, bagi mereka yang tidak pernah melihat contoh positif ini, merawat orang tua yang sudah lanjut usia bisa terasa seperti tugas asing yang membebani.
5. Harapan Berlebihan
Orang tua sering kali memiliki harapan tertentu terhadap anak-anak mereka. Sayangnya, harapan ini bisa menjadi beban jika terlalu berlebihan atau tidak realistis. Anak-anak yang tumbuh dengan tekanan untuk selalu memenuhi harapan tersebut mungkin merasa jenuh atau marah.
Ketika mereka diminta untuk merawat orang tua lansia, rasa tanggung jawab itu bisa terasa seperti tuntutan tambahan yang menguras energi mereka. Hal itu memperkuat anggapan bahwa orang tua lansia adalah beban.
6. Kurangnya Ruang Pribadi
Privasi adalah kebutuhan yang sering kali diabaikan dalam beberapa keluarga. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan di mana ruang pribadi mereka tidak dihormati, entah itu kamar yang selalu diakses tanpa izin atau keputusan mereka yang selalu diatur, dapat merasa tercekik secara emosional.
Ketika mereka tumbuh dewasa, merawat orang tua lansia bisa terasa seperti kembalinya masa kecil yang penuh batasan. Juga membuat tanggung jawab ini semakin sulit diterima dengan hati yang lapang.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
