
Ilustrasi Gen Z. (freepik.com)
JawaPos.com–Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, sering dianggap lebih sensitif atau mudah baper (bawa perasaan) dibandingkan generasi sebelumnya. Beberapa faktor mempengaruhi fenomena ini, termasuk pengaruh teknologi, media sosial, dan ekspektasi sosial.
Pengaruh teknologi dan internet sangat dominan dalam kehidupan Gen Z. Mereka tumbuh dengan akses mudah ke informasi dan interaksi melalui media sosial, yang dapat mempengaruhi emosi dan perasaan mereka.
Dilansir dari Hops.id, Gen Z mudah terpengaruh informasi yang mereka lihat di internet, yang dapat menyebabkan mereka lebih rentan terhadap perasaan baper. Media sosial sering menampilkan versi ideal kehidupan, yang dapat menciptakan ekspektasi tidak realistis dan perasaan tidak aman di kalangan Gen Z. Hal ini dapat menyebabkan mereka merasa kurang percaya diri atau cemas jika belum mencoba tren yang ada di internet.
Selain itu, Gen Z sering disebut sebagai generasi stroberi karena dianggap mudah menyerah dan enggan berkomitmen. Mereka takut memikul tanggung jawab dan cenderung melarikan diri dari masalah, yang dapat membuat mereka lebih rentan terhadap perasaan baper.
Untuk mengatasi kecenderungan mudah baper, beberapa langkah dapat diambil. Pertama, penting untuk membiasakan diri berpikir realistis dan tidak terlalu overthinking terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Kedua, menjaga emosi dan selektif terhadap opini orang lain dapat membantu mengurangi perasaan baper. Fokus pada hal positif dan tidak mudah terpengaruh oleh komentar negatif akan membantu menjaga kesehatan mental.
Ketiga, meningkatkan literasi digital sangat penting bagi Gen Z. Menguasai literasi digital dapat membantu mereka lebih bijak dalam berinteraksi di dunia maya dan tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif.
Keempat, menjaga kesehatan fisik dan mental dengan merawat diri, seperti istirahat yang cukup, makan makanan sehat, dan berolahraga secara teratur, dapat meningkatkan mood dan kepercayaan diri. Terakhir, membangun komunikasi yang jujur dan terbuka dengan orang lain, termasuk atasan di tempat kerja, dapat membantu mengatasi perasaan tidak adil dan mengurangi kecenderungan untuk baper.
Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perasaan baper dan menerapkan langkah-langkah untuk mengatasinya, Gen Z dapat menjadi lebih tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh perasaan negatif.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
