Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Januari 2025 | 02.28 WIB

Mengapa Generasi Z Mudah Bawa Perasaan atau Baper dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi Gen Z. (freepik.com) - Image

Ilustrasi Gen Z. (freepik.com)

JawaPos.com–Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, sering dianggap lebih sensitif atau mudah baper (bawa perasaan) dibandingkan generasi sebelumnya.  Beberapa faktor mempengaruhi fenomena ini, termasuk pengaruh teknologi, media sosial, dan ekspektasi sosial.

Pengaruh teknologi dan internet sangat dominan dalam kehidupan Gen Z. Mereka tumbuh dengan akses mudah ke informasi dan interaksi melalui media sosial, yang dapat mempengaruhi emosi dan perasaan mereka.

Dilansir dari Hops.id, Gen Z mudah terpengaruh informasi yang mereka lihat di internet, yang dapat menyebabkan mereka lebih rentan terhadap perasaan baper. Media sosial sering menampilkan versi ideal kehidupan, yang dapat menciptakan ekspektasi tidak realistis dan perasaan tidak aman di kalangan Gen Z. Hal ini dapat menyebabkan mereka merasa kurang percaya diri atau cemas jika belum mencoba tren yang ada di internet.

Selain itu, Gen Z sering disebut sebagai generasi stroberi karena dianggap mudah menyerah dan enggan berkomitmen. Mereka takut memikul tanggung jawab dan cenderung melarikan diri dari masalah, yang dapat membuat mereka lebih rentan terhadap perasaan baper.

Untuk mengatasi kecenderungan mudah baper, beberapa langkah dapat diambil. Pertama, penting untuk membiasakan diri berpikir realistis dan tidak terlalu overthinking terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Kedua, menjaga emosi dan selektif terhadap opini orang lain dapat membantu mengurangi perasaan baper. Fokus pada hal positif dan tidak mudah terpengaruh oleh komentar negatif akan membantu menjaga kesehatan mental.

Ketiga, meningkatkan literasi digital sangat penting bagi Gen Z. Menguasai literasi digital dapat membantu mereka lebih bijak dalam berinteraksi di dunia maya dan tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif.

Keempat, menjaga kesehatan fisik dan mental dengan merawat diri, seperti istirahat yang cukup, makan makanan sehat, dan berolahraga secara teratur, dapat meningkatkan mood dan kepercayaan diri. Terakhir, membangun komunikasi yang jujur dan terbuka dengan orang lain, termasuk atasan di tempat kerja, dapat membantu mengatasi perasaan tidak adil dan mengurangi kecenderungan untuk baper.

Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perasaan baper dan menerapkan langkah-langkah untuk mengatasinya, Gen Z dapat menjadi lebih tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh perasaan negatif.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore