
Perilaku orang tua yang menikmati hubungan dekat dengan anak dewasa mereka menurut Psikologi
JawaPos.com – Menjalin hubungan yang dekat dengan anak dewasa bukanlah hal yang mudah, tetapi bagi sebagian orang tua, hal ini dapat menjadi sumber kebahagiaan dan kepuasan yang mendalam.
Menurut psikologi, ada sejumlah perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang tua yang berhasil membangun kedekatan dengan anak mereka. Perilaku-perilaku ini mencerminkan kasih sayang, dukungan, dan komunikasi yang baik dala keluarga.
Dikutip dari Hack Spirit pada Selasa (10/12), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku orang tua yang menikmati hubungan dekat dengan anak dewasa mereka menurut Psikologi.
1. Komunikasi terbuka
Orang tua yang memiliki hubungan dekat dengan anak dewasa mereka menyadari pentingnya percakapan yang jujur dan terbuka. Mereka tidak hanya berbicara, tetapi juga mendengarkan dengan seksama.
Orang tua seperti ini menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak mereka untuk berbagi pikiran dan perasaan tanpa rasa takut. Mereka tidak menghindari topik-topik sulit, namun mendekatinya dengan kepekaan dan rasa hormat. Komunikasi terbuka ini memupuk kepercayaan dan pemahaman yang lebih dalam antara orang tua dan anak dewasa mereka.
2. Memberikan dukungan
Dukungan yang dimaksud di sini bukan hanya dukungan finansial, melainkan dukungan emosional dan pengertian. Orang tua yang dekat dengan anak dewasa mereka selalu siap menjadi tempat bersandar saat anak menghadapi kesulitan.
Mereka memberikan nasihat bila diminta, mendengarkan kekhawatiran anak, dan meyakinkan bahwa membuat kesalahan adalah hal yang wajar. Dukungan semacam ini menunjukkan pada anak bahwa mereka selalu memiliki tempat untuk pulang, tidak peduli seberapa dewasa mereka.
3. Menghormati batasan
Batasan tidak hanya penting bagi remaja, tetapi juga dalam hubungan orang tua dengan anak dewasa. Ahli ilmu jiwa menyatakan bahwa salah satu alasan utama anak dewasa menjauhkan diri dari orang tua mereka adalah karena kurangnya rasa hormat terhadap batasan mereka.
Orang tua yang tetap dekat dengan anak dewasa mereka memahami hal ini. Mereka menghormati otonomi, ruang pribadi, dan kemampuan pengambilan keputusan anak mereka yang telah dewasa.
Dengan melangkah mundur dan membiarkan anak dewasa mereka menjalani hidup sendiri - tanpa campur tangan - mereka memupuk rasa saling percaya dan hormat yang memperkuat ikatan mereka.
4. Menunjukkan penghargaan
Jangan pernah meremehkan kekuatan penghargaan. Orang tua yang memiliki relasi dekat dengan anak dewasa mereka membiasakan diri untuk mengungkapkan rasa syukur. Mereka tidak menganggap remeh tindakan baik atau perilaku positif anak-anak mereka. Sebaliknya, mereka mengakui dan mengapresiasi hal-hal tersebut.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
