Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Desember 2024 | 04.35 WIB

Orang yang Tidak Pernah Memposting di Media Sosial dan Lebih Suka Menjaga Privasi Biasanya Memiliki 10 Ciri Kepribadian ini

Ilustrasi 10 ciri kepribadian dari orang yang tidak pernah memposting di media sosial dan lebih suka menjaga privasinya. - Image

Ilustrasi 10 ciri kepribadian dari orang yang tidak pernah memposting di media sosial dan lebih suka menjaga privasinya.

JawaPos.com - Jika sebagian orang terus memperbarui status, mengunggah foto makan siang, dan update di setiap lokasi yang dikunjungi, ada juga orang-orang yang tampaknya tidak terlihat di dunia maya. Tipe pendiam yang jarang sekali mengunggah postingan di media sosial tentu akan menarik perhatian.

Mereka memilih untuk merahasiakan kehidupannya dan itu menjadi pilihan yang patut dihormati oleh orang lain. Meskipun begitu, nggak menutup kemungkinan banyak orang juga yang penasaran dengan sifat apa yang dimiliki oleh para introvert media sosial ini.

Dilansir dari BaselineMag, terdapat 10 ciri kepribadian dari orang yang tidak pernah memposting di media sosial dan lebih suka menjaga privasinya.

1. Menghargai koneksi nyata

Bila berbicara tentang orang-orang yang menjauhkan kehidupan mereka dari media sosial, sifat pertama yang biasanya menonjol adalah preferensi mereka terhadap interaksi tatap muka yang tulus.

Meskipun mereka mungkin tidak mengunggah setiap pemikiran dan tindakannya secara daring, orang-orang ini seringkali memiliki kehidupan sosial yang kaya dan memuaskan di dunia nyata. Mereka percaya pada pembentukan hubungan yang mendalam dan bermakna.

Para 'introvert media sosial ini' memahami indahnya tertawa bersama, percakapan nyata, atau pelukan yang menenangkan. Hal-hal ini tentu tidak dapat ditiru oleh emoji atau like. Namun, bukan berarti mereka menghindari teknologi, mereka hanya memilih untuk menggunakan kontak langsung.

2. Menyukai kesendirian

Sebagai seseorang yang jarang mengunggah postingan di media sosial, mereka cenderung menghargai saat-saat yang dilalui sendirian. Mereka yang lebih suka menjaga privasi di media sosial tidak selalu dianggap introvert dalam pengertian konvensional.

Hal ini karena banyak dari mereka yang suka menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman. Namun, mereka juga memahami pentingnya kesendirian dan refleksi diri. Bagi mereka kesendirian bukanlah kesepian.

Itu adalah kesempatan untuk berhubungan kembali dengan pikiran, perasaan, dan dirinya sendiri. Saat introspeksi yang tenang ini sering kali mengarah pada pertumbuhan pribadi dan penemuan jati diri.

3. Tingkat stres yang lebih rendah

Bukanlah rahasia kalau media sosial juga dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Berbagai update terbaru, berita, dan gambar yang terus menerus membuat kewalahan yang menyebabkan perasaan yang tidak mampu atau FOMO (takut ketinggalan).

Mereka yang memilih untuk tidak menggunakan sosial media sering melaporkan tingkat stres yang lebih rendah. Sebuah studi oleh University of Pennsylvania menemukan bahwa mengurangi penggunaan media sosial hingga 30 menit sehari menghasilkan penurunan kecemasan dan kesepian yang signifikan.

Bagi orang-orang ini, menjauh dari arus informasi memungkinkan mereka untuk dapat fokus pada masa kini, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Mereka punya waktu untuk terlibat dalam aktivitas yang mereka suka tanpa perlu mendokumentasikan atau membagikannya secara daring.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore