JawaPos.com - Kita semua pernah mendengar pepatah, "Jangan menilai buku dari sampulnya," tapi jujur saja, itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.
Entah itu pakaian orang asing, gaya rambut mereka, atau bahkan cara mereka membawa diri, sebagian orang tidak dapat menahan diri untuk tidak membuat penilaian cepat hanya berdasarkan penampilan.
Mungkin Anda pernah bertemu seseorang seperti ini, atau mungkin Anda bahkan pernah memergokinya. Mari kita hadapi kenyataan, menilai orang lain pada pandangan pertama adalah kebiasaan yang harus dihadapi sebagian besar dari kita pada suatu saat.
Namun bagi sebagian orang, kecenderungan ini melampaui bias sesaat. Hal ini menjadi ciri khas, yang membentuk cara mereka melihat, dan sering kali salah menilai, orang lain.
Mengapa sebagian orang sangat bergantung pada penampilan untuk membentuk opini? Dan apa kata psikologi tentang ciri-ciri kepribadian di balik perilaku ini?
Mari kita kupas tanda-tanda orang yang mendasarkan penilaiannya pada penampilan, seperti yang dikutip dari
geediting.com, Rabu (3/12) dibawah ini.
1. Cepat membentuk opini
Salah satu sifat yang paling umum di antara orang-orang yang menilai orang lain berdasarkan penampilan adalah mereka cepat membentuk opini.
Kita semua sering membuat penilaian cepat. Itu sifat manusia. Namun, bila menyangkut orang yang menilai berdasarkan penampilan, ini terjadi lebih cepat dan lebih final.
Mereka sering kali memutuskan siapa seseorang bahkan sebelum mereka mengucapkan sepatah kata pun.
Mereka percaya bahwa faktor eksternal ini mengungkapkan keseluruhan cerita tentang karakter, gaya hidup, dan nilai-nilai seseorang.
2. Terlalu bergantung pada stereotip
Kita semua terkadang menggunakan stereotip. Namun bagi mereka yang menilai berdasarkan penampilan, stereotip memainkan peran utama dalam proses penilaian mereka.
Padahal, mengandalkan stereotip sering kali dapat menyesatkan kita dan mencegah kita melihat orang lain sebagaimana adanya.
Hal ini mengingatkan saya bahwa setiap orang adalah individu yang unik, jauh lebih kompleks daripada stereotip apa pun.
3. Kurangnya empati
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain, untuk menempatkan diri Anda pada posisi mereka.
Namun, bagi mereka yang menilai berdasarkan penampilan, empati sering kali kurang.
Penelitian telah menunjukkan bahwa ada korelasi antara seberapa besar empati yang dimiliki seseorang dan seberapa besar kemungkinan mereka menilai orang lain berdasarkan penampilan.
Semakin rendah tingkat empati, semakin tinggi kemungkinan penilaian berdasarkan penampilan.
4. Memprioritaskan simbol status
Ciri khas lain dari orang yang menilai orang lain berdasarkan penampilan adalah penekanan mereka pada simbol status.
Orang-orang ini sering mengukur harga diri seseorang berdasarkan merek pakaian yang dikenakannya, mobil yang dikendarainya, atau harta benda lainnya yang dianggap menandakan kesuksesan.
Mereka percaya bahwa indikator eksternal ini menentukan nilai dan status seseorang dalam masyarakat.
5. Kurangnya kesadaran diri
Orang yang menilai orang lain berdasarkan penampilan sering kali kurang memiliki kesadaran diri.
Mereka mungkin tidak menyadari sejauh mana mereka mendasarkan penilaian mereka pada pengamatan tingkat permukaan, atau bagaimana penilaian cepat ini dapat memengaruhi interaksi mereka dengan orang lain.
Tanpa kesadaran diri, akan sulit untuk mengenali dan mengoreksi pola penilaian ini. Kurangnya wawasan ini juga dapat mengakibatkan ketidaksesuaian antara tindakan seseorang dengan nilai-nilai yang dianutnya, yang berujung pada perilaku yang tidak konsisten.