Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Desember 2024 | 20.17 WIB

Orang-Orang yang Membuat Postingan Pasif-Agresif di Media Sosial Biasanya Menunjukkan 9 Perilaku Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi perilaku pasif-agresif di media sosial. (Freepik) - Image

Ilustrasi perilaku pasif-agresif di media sosial. (Freepik)

JawaPos.Com - Dewasa ini, media sosial telah menjadi panggung utama untuk menampilkan berbagai ekspresi diri hampir setiap orang.

Dari berbagi momen bahagia hingga melampiaskan rasa frustrasi, media sosial tak ayal menjadi bentuk komunikasi yang mencerminkan perasaan terdalam seseorang. 

Namun, ada satu gaya komunikasi yang cenderung membuat banyak orang merasa bingung atau tidak nyaman yakni terkait postingan pasif-agresif. 

Postingan semacam ini, sering kali berisi sindiran, sarkasme, atau pernyataan ambigu yang seolah ditujukan kepada seseorang, tetapi tanpa menyebutkan nama secara langsung.

Mengapa orang memilih untuk bersikap pasif-agresif di media sosial

Berdasarkan pengamatan psikologi, kebiasaan ini seringkali berakar pada kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi atau keengganan untuk menghadapi konflik secara langsung. 

Orang-orang yang mempraktikkan perilaku ini biasanya memiliki ciri-ciri tertentu yang terlihat baik dalam pola pikir maupun interaksi sosial mereka. 

Dilansir dari Geediting.com, inilah sembilan tanda perilaku yang kerap ditemukan pada individu yang gemar membuat postingan pasif-agresif, menurut psikologi.

1. Menyembunyikan Agresi di Balik Sindiran

Orang-orang dengan kecenderungan pasif-agresif sering kali memilih cara-cara tidak langsung untuk mengekspresikan rasa marah atau frustrasi mereka. 

Salah satu bentuk ekspresi tersebut adalah melalui sindiran atau komentar yang ambigu. 

Dengan menyampaikan pesan secara tersirat, mereka menghindari konfrontasi langsung sekaligus tetap melampiaskan emosi mereka. 

Sebagai contoh, seseorang mungkin memposting status seperti, “Lucu ya, ada yang suka menilai orang lain padahal dirinya sendiri belum tentu benar.” 

Sindiran ini ditujukan pada seseorang, tetapi tanpa menyebut nama, sehingga pembaca harus menebak siapa yang dimaksud. 

Strategi ini memberikan rasa aman bagi si pengirim karena tidak langsung memicu konflik, meskipun dampaknya bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Pada intinya, sindiran seperti ini adalah upaya untuk menjaga emosi tetap terkendali sambil tetap melampiaskan perasaan negatif. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore