Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 November 2024 | 03.49 WIB

Terlihat Baik Padahal Buruk: 6 Kebiasaan yang Dimiliki Seseorang yang Selalu Ingin Menyenangkan Orang Lain

Orang yang membahagiakan semua orang. (Freepik) - Image

Orang yang membahagiakan semua orang. (Freepik)

JawaPos.com - Orang yang suka menyenangkan orang lain, atau dikenal sebagai people pleaser, adalah individu yang cenderung mengutamakan kebahagiaan orang lain di atas kepentingan diri sendiri.

Mereka sering merasa tidak nyaman jika harus menolak atau mengecewakan orang lain, sehingga rela melakukan apa saja untuk mendapatkan persetujuan atau menghindari konflik.

Meskipun terlihat baik, perilaku ini bisa membuat seseorang merasa kelelahan dan kehilangan batasan diri, karena sering mengabaikan kebutuhan pribadi demi kebahagiaan orang lain.

Dikutip dari laman Parade pada (27/11), orang yang lebih mengutamakan kebahagiaan orang lain biasanya memiliki 6 kebiasaan berikut ini.

  1. Selalu bergantung kepada validasi orang lain

Keinginan untuk menyenangkan semua orang dapat membuat seseorang terus menerus mencari validasi dari orang lain, bahkan ketika sudah dewasa.

Ketergantungan ini membuat mereka sulit untuk merasa percaya diri dan aman dalam mengambil keputusan dan tindakan.

  1. Selalu cemas

Kecemasan dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi keinginan untuk membahagiakan semua orang juga bisa menjadi salah satu alasan timbulnya rasa cemas.

Orang yang selalu mengutamakan kebahagiaan orang lain merasa harus memikirkan apa yang orang lain inginkan dan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk menyenangkan orang tersebut.

Hal ini juga menimbulkan kecemasan karena tidak pernah tahu apakah orang tersebut sudah cukup puas.

  1. Sangat sensitif terhadap kritik

Bahkan kritik membangun sekecil apa pun yang disampaikan dengan lembut dapat membuat seorang people pleaser menjadi tersinggung.

Orang yang selalu ingin menyenangkan semua orang merasa butuh persetujuan dan merasa takut jika tidak disukai, itulah mengapa mereka memikirkan kritik secara berlebihan.

Mereka bisa menjadi sangat sensitif terhadap kritik negatif, melihatnya sebagai validasi atas kekurangan yang mereka rasakan.

  1. Sulit menentukan batasan pribadi

Batasan bukanlah sesuatu yang tidak baik, batasan melindungi diri sendiri dan orang lain.

Namun, orang yang ingin menyenangkan orang lain sering kali terus mengalami kesulitan dalam menetapkan batasan pribadi.

Anak-anak yang suka menyenangkan orang lain belajar memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan mereka sendiri untuk mendapatkan validasi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore