
Ilustrasi pria yang tak layak diberi kesempatan kedua. (Pexels.com/RDNEStockProject)
JawaPos.com - Hubungan asmara memang terkadang membuat buta setiap orang yang merasakannya. Salah satunya meskipun pasangan berbuat salah tapi tetap menganggap ia satu-satunya paling berharga di dunia ini hingga diberikan kesempatan kedua.
Mengutip dari laman Marriage, meskipun hubungan asmara itu pasang surut tapi jika diantara keduanya tak memberi kebahagiaan dan berbagai masalah sulit dipecahkan, maka berpisah bisa jadi jalan keluarnya. Khususnya saat pihak pria telah melakukan suatu kesalahan besar.
Memaafkan dan menerima kekurangan memang merupakan tugas dari pasangan, tapi menurut yang dilansir dari laman The Blog Herald pada (21/11) ada 7 tipe pria yang tak layak diberi kesempatan kedua menurut psikologi.
1. Memiliki kepribadian narsistik
Pada dasarnya, orang narsistik adalah individu yang memiliki perasaan berlebihan akan pentingnya diri sendiri, sangat membutuhkan perhatian, serta kekaguman yang berlebihan. Mereka sering kali kurang empati terhadap orang lain dan kesulitan membentuk hubungan yang sehat.
Penting untuk disadari bahwa meskipun mereka sangat menawan dan menarik, pola perilaku ini dapat menyebabkan hubungan yang beracun. Oleh karena itu, menurut psikologi, pria yang terus-menerus menunjukkan perilaku narsistik mungkin tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua.
2. Kritikus yang konstan
Kita semua tahu bahwa kritik yang membangun sangat penting untuk pertumbuhan. Tapi ada perbedaan antara masukan yang membangun dan kritik merusak harga diri.
Kritik yang tiada henti ini merupakan bentuk pelecehan emosional. Ini adalah cara bagi orang yang mengkritik untuk melakukan kontrol dan merendahkan harga diri pasangannya.
Dalam kasus seperti ini, penting untuk mengenali polanya dan mengambil langkah untuk melindungi diri sendiri. Pria yang menjadikan kritik sebagai senjata pasti masuk dalam kategori tidak pantas mendapat kesempatan kedua.
3. Suka ghosting
Ghosting adalah istilah yang mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir. Ini mengacu pada tindakan tiba-tiba dan tanpa penjelasan, memutus semua komunikasi dengan seseorang yang kamu kencani.
Meskipun mungkin tampak seperti fenomena modern, ghosting telah diakui oleh para psikolog selama beberapa dekade sebagai strategi penghindaran. Ini adalah cara bagi individu yang tidak dapat menangani percakapan atau konflik yang sulit untuk melarikan diri tanpa harus menghadapi dampak emosionalnya.
Menjalin hubungan dengan pria seperti ini bisa sangat membuat frustrasi dan menyakitkan. Suatu saat kamu menikmati kebersamaannya, saat berikutnya dia pergi, hingga membuatmu bertanya-tanya tentang kesalahan ini.
4. Tidak pandai berkomunikasi
Komunikasi yang efektif adalah landasan dari setiap hubungan sehat. Hal ini mencakup mengungkapkan perasaan, mendiskusikan masalah, dan berbagi harapan impian.
Namun, ada sebagian pria yang belum memahami konsep ini. Mereka menghindari percakapan mendalam, mengabaikan upaya mendiskusikan masalah hubungan, atau sekadar menolak mengungkapkan perasaannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
