Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 November 2024 | 15.34 WIB

7 Tipe Pria yang Tak Layak Diberi Kesempatan Kedua Menurut Psikologi, Kamu Pernah Mengalaminya?

Ilustrasi pria yang tak layak diberi kesempatan kedua. (Pexels.com/RDNEStockProject) - Image

Ilustrasi pria yang tak layak diberi kesempatan kedua. (Pexels.com/RDNEStockProject)

JawaPos.com - Hubungan asmara memang terkadang membuat buta setiap orang yang merasakannya. Salah satunya meskipun pasangan berbuat salah tapi tetap menganggap ia satu-satunya paling berharga di dunia ini hingga diberikan kesempatan kedua.

Mengutip dari laman Marriage, meskipun hubungan asmara itu pasang surut tapi jika diantara keduanya tak memberi kebahagiaan dan berbagai masalah sulit dipecahkan, maka berpisah bisa jadi jalan keluarnya. Khususnya saat pihak pria telah melakukan suatu kesalahan besar.

Memaafkan dan menerima kekurangan memang merupakan tugas dari pasangan, tapi menurut yang dilansir dari laman The Blog Herald pada (21/11) ada 7 tipe pria yang tak layak diberi kesempatan kedua menurut psikologi.


1. Memiliki kepribadian narsistik

Pada dasarnya, orang narsistik adalah individu yang memiliki perasaan berlebihan akan pentingnya diri sendiri, sangat membutuhkan perhatian, serta kekaguman yang berlebihan. Mereka sering kali kurang empati terhadap orang lain dan kesulitan membentuk hubungan yang sehat.

Penting untuk disadari bahwa meskipun mereka sangat menawan dan menarik, pola perilaku ini dapat menyebabkan hubungan yang beracun. Oleh karena itu, menurut psikologi, pria yang terus-menerus menunjukkan perilaku narsistik mungkin tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua.

2. Kritikus yang konstan

Kita semua tahu bahwa kritik yang membangun sangat penting untuk pertumbuhan. Tapi ada perbedaan antara masukan yang membangun dan kritik merusak harga diri.

Kritik yang tiada henti ini merupakan bentuk pelecehan emosional. Ini adalah cara bagi orang yang mengkritik untuk melakukan kontrol dan merendahkan harga diri pasangannya.

Dalam kasus seperti ini, penting untuk mengenali polanya dan mengambil langkah untuk melindungi diri sendiri. Pria yang menjadikan kritik sebagai senjata pasti masuk dalam kategori tidak pantas mendapat kesempatan kedua.

3. Suka ghosting

Ghosting adalah istilah yang mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir. Ini mengacu pada tindakan tiba-tiba dan tanpa penjelasan, memutus semua komunikasi dengan seseorang yang kamu kencani.

Meskipun mungkin tampak seperti fenomena modern, ghosting telah diakui oleh para psikolog selama beberapa dekade sebagai strategi penghindaran. Ini adalah cara bagi individu yang tidak dapat menangani percakapan atau konflik yang sulit untuk melarikan diri tanpa harus menghadapi dampak emosionalnya.

Menjalin hubungan dengan pria seperti ini bisa sangat membuat frustrasi dan menyakitkan. Suatu saat kamu menikmati kebersamaannya, saat berikutnya dia pergi, hingga membuatmu bertanya-tanya tentang kesalahan ini.

4. Tidak pandai berkomunikasi 

Komunikasi yang efektif adalah landasan dari setiap hubungan sehat. Hal ini mencakup mengungkapkan perasaan, mendiskusikan masalah, dan berbagi harapan impian.

Namun, ada sebagian pria yang belum memahami konsep ini. Mereka menghindari percakapan mendalam, mengabaikan upaya mendiskusikan masalah hubungan, atau sekadar menolak mengungkapkan perasaannya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore