
Ilustrasi ibu memantau anak menggunakan WhatsApp. (Freepik)
JawaPos.com – Mengelola penggunaan WhatsApp oleh anak memerlukan perhatian khusus agar tetap aman dan nyaman. Dengan cara yang tepat, anak dapat tetap terhubung dengan teman-temannya tanpa mengorbankan keselamatan daring.
Komunikasi terbuka mengacu pada saluran percakapan yang memungkinkan orang tua dan anak berbicara dengan bebas. Ini penting agar anak merasa nyaman berbagi pengalaman mereka tanpa rasa takut atau cemas.
Pemantauan aktif memastikan orang tua dapat memantau kegiatan anak secara langsung. Tanpa pengawasan yang memadai, anak bisa terpapar pada konten yang tidak sesuai atau berbahaya.
Berikut cara efektif orang tua mengelola penggunaan whatsapp pada anak dilansir dari laman Parental-control.flashget oleh JawaPos.com:
1. Komunikasi Terbuka
Komunikasi terbuka sangat penting dalam mengelola penggunaan WhatsApp anak. Diskusi mengenai bahaya yang mungkin ada di dunia maya, seperti perundungan siber atau predator online, dapat membantu anak memahami risiko tersebut.
Orang tua perlu menetapkan ekspektasi yang jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dibagikan melalui aplikasi. Dengan cara ini, anak tahu batasan dalam berinteraksi secara digital.
Penting juga untuk menciptakan suasana di mana anak merasa bebas berbicara tentang pengalaman daring mereka tanpa takut dihukum. Hal ini juga membangun rasa percaya antara orang tua dan anak yang dapat menjaga hubungan tetap kuat.
2. Pemantauan Aktif
Pemantauan aktif sangat berguna untuk memastikan penggunaan WhatsApp tidak disalahgunakan. Orang tua perlu sesekali memeriksa pesan anak, baik individu maupun grup, untuk melihat apakah ada konten yang mencurigakan.
Pengaturan privasi juga perlu diterapkan agar anak tidak sembarangan membagikan status atau informasi pribadi. Pengawasan grup sangat krusial karena diskusi grup bisa saja berubah tidak sesuai harapan.
Orang tua harus memastikan anak menggunakan aplikasi sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dengan pengawasan yang tepat, anak tetap aman menggunakan WhatsApp tanpa merasa tertekan.
3. Pendidikan Etika Digital
Mengajarkan anak tentang cara bersikap baik di dunia maya sangat penting. Anak perlu diajarkan cara memeriksa informasi yang mereka terima agar tidak tertipu oleh berita palsu.
Penting juga untuk mengajarkan anak agar tidak menyakiti perasaan orang lain ketika berkomunikasi online. Anak harus memahami betapa berharganya informasi pribadi dan mengapa penting untuk menjaga kerahasiaannya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
