
Ilustrasi orang yang kurang kasih sayang. (Freepik)
JawaPos.Com - Anak-anak merupakan makhluk yang sangat bergantung pada kasih sayang dan perhatian dari orang tua atau pengasuh mereka.
Kasih sayang bukan hanya menunjukkan cinta, tetapi juga memberikan rasa aman yang penting bagi perkembangan mental dan emosional anak.
Namun, saat seorang anak tidak mendapatkan perhatian atau kasih sayang yang cukup, hal ini bisa meninggalkan luka emosional yang terbawa hingga dewasa.
Anak yang tumbuh tanpa cinta atau perhatian total sering kali menunjukkan sifat-sifat tertentu sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri.
Dilansir dari Personal Branding Blog, inilah delapan sifat yang umum terlihat pada orang dewasa yang tumbuh dalam situasi kurangnya kasih sayang.
Setiap tanda memiliki latar belakang emosional yang mendalam dan menunjukkan bagaimana luka masa kecil dapat memengaruhi seseorang di masa depan.
1. Meningkatnya Kepekaan Terhadap Kritikan
Ketika seseorang tumbuh di lingkungan yang kurang mendukung secara emosional, mereka sering kali mengalami sensitivitas tinggi terhadap kritik.
Ketiadaan dukungan emosional di masa kecil membuat mereka tumbuh dengan rasa tidak aman yang kuat, sehingga kritik sering kali diterjemahkan sebagai penolakan atau ketidakberhargaan.
Setiap kali seseorang memberikan komentar yang dianggap negatif, mereka bisa langsung merasa terguncang atau bahkan terluka, karena hal tersebut membangkitkan ketakutan bahwa mereka tidak cukup baik atau berharga.
Respons mereka terhadap kritik sering kali berlebihan, meskipun komentar tersebut tidak dimaksudkan untuk menyakiti.
Mereka mungkin menganggap kritik sebagai pengingat akan masa lalu yang tidak mendukung.
Hal ini bisa menjadi hambatan dalam kehidupan profesional maupun pribadi, karena mereka merasa cemas saat menerima masukan atau feedback.
Meski begitu, dengan proses yang berkelanjutan untuk memperkuat rasa percaya diri, mereka dapat belajar untuk melihat kritik sebagai hal yang konstruktif.
Perjalanan ini menuntut mereka untuk memisahkan pengalaman masa kecil dari situasi sekarang, membangun pemahaman bahwa kritik bukanlah ancaman melainkan alat untuk berkembang.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
