
Ilustrasi orang yang malas melakukan apapun. (Freepik)
JawaPos.Com – Pernah merasa malas dan tak bersemangat, padahal sebenarnya banyak hal yang perlu dikerjakan? Bisa jadi kamu terjebak dalam kebiasaan sehari-hari yang diam-diam membuatmu jadi malas.
Rasa malas dianggap sebagai sifat negatif yang terjadi tidak tanpa sebab yang bisa muncul begitu saja.
Ada berbagai faktor dan kebiasaan yang mempengaruhi seseorang menjadi malas. Seringkali diabaikan, faktor dan kebiasaan ini malah menjadikan sifat malas melekat pada dirimu.
Dari sisi psikologi, sering kali rasa malas muncul karena dari sifat yang suka menunda. Seseorang yang bermalas-malasan sepanjang waktu bisa berakibat buruk dalam jangka waktu panjang jika tidak secepatnya diatasi oleh diri sendiri maupun melalui bantuan profesional.
Dilansir dari laman Every Day Health pada senin (11/11), ada lima faktor dan kebiasaan yang sering kali kamu abaikan yang bisa membuat dirimu menjadi malas. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa mulai mengubah kebiasaan untuk menjadi lebih produktif.
Lingkungan sosial seseorang memainkan peran yang signifikan dalam pembentukan perilaku, termasuk perilaku malas atau penundaan.
Jika seseorang terpapar pada kebiasaan-kebiasaan tertentu dalam lingkungan mereka, terutama dari orang-orang yang mereka anggap sebagai referensi sosial seperti rekan kerja, teman, atau keluarga, perilaku tersebut dapat mempengaruhi mereka untuk mengadopsinya atau mengikutinya.
Jika seseorang bekerja di lingkungan di mana penundaan atau kemalasan dianggap biasa atau diterima, hal ini bisa mengurangi rasa urgensi dan mempengaruhi persepsi individu terhadap apa yang diharapkan dari mereka.
Dalam situasi ini, kemalasan menjadi "normal" atau "biasa," dan individu mungkin merasa lebih mudah untuk mengikuti pola tersebut.
Kurangnya energi dan kemauan, terutama ketika seseorang mengalami kekurangan tidur, adalah faktor penting yang mempengaruhi kecenderungan seseorang untuk menunda-nunda atau menjadi malas.
Ketika seseorang kurang tidur, otak menjadi kurang efisien dalam mengontrol impuls-impuls negatif. Sehingga lebih mudah tergoda untuk menunda tugas yang menuntut fokus dan energi tinggi.
Studi menunjukkan bahwa kurang tidur mempengaruhi berbagai fungsi otak, termasuk pengambilan keputusan, kemampuan berkonsentrasi, dan pengaturan emosi.
Ketika energi mental dan fisik berkurang, seseorang lebih mudah merasa kewalahan atau stres saat menghadapi tugas, yang mendorong penundaan lebih lanjut.
Teknologi, khususnya smartphone dan media sosial merupakan sumber gangguan yang sangat besar dalam kehidupan kita saat ini.
Beberapa studi, seperti yang dipublikasikan di Computers in Human Behavior, menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi dan kecanduan smartphone dapat memprediksi penundaan, terutama dalam konteks akademik.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
