
Ilustrasi perilaku pikiran tajam menurut Psikologi.
JawaPos.com – Mempertahankan pikiran yang tajam saat menua adalah impian banyak orang, dan psikologi menunjukkan bahwa caranya tidak hanya bergantung pada latihan otak, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari yang kita pilih untuk ditinggalkan.
Ternyata, perilaku yang merusak fokus, merugikan kesehatan mental, atau membatasi pandangan dapat mempercepat penurunan kognitif.
Menghindari kebiasaan ini tidak hanya membuat pikiran tetap tajam, tetapi juga membantu kamu menghadapi usia dengan ketenangan dan daya pikir yang terjaga.
Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (8/11), diterangkan bahwa terdapat sembilan perilaku yang harus dijauhi jika ingin tetap punya pikiran tajam meski usia bertambah menurut Psikologi.
1. Mengurangi konsumsi media sosial
Melamun sambil menggulir layar media sosial tanpa tujuan ternyata berdampak buruk pada kinerja nalar. Aktivitas ini tidak melibatkan otak secara aktif karena kita hanya menerima informasi secara pasif tanpa mengolahnya secara mendalam.
Paparan berlebihan pada layar digital juga dapat mengganggu pola tidur yang sangat penting untuk menjaga ketajaman berpikir. Untuk mencegah dampak negatif tersebut, sebaiknya tetapkan batas waktu penggunaan gawai dan ganti dengan aktivitas yang lebih menantang seperti membaca buku atau memecahkan teka-teki.
2. Mengabaikan aktivitas fisik
Olahraga teratur tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga vital untuk menjaga daya nalar. Gerakan fisik meningkatkan aliran darah ke otak sehingga membantu pengiriman oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel otak.
Selain itu, berolahraga juga merangsang produksi neurotrofin - zat yang mendorong pertumbuhan dan kelangsungan hidup neuron. Rutinitas seperti jalan-jalan di taman, yoga, atau menari bisa menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran mental.
3. Membiarkan stres berkepanjangan
Tekanan hidup yang dibiarkan berlarut-larut bisa merusak kesehatan kognitif. Stres kronis telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk penurunan daya nalar.
Jika dibiarkan terus aktif, respons darurat tubuh ini bisa menggerogoti kondisi fisik dan mental. Meditasi penuh kesadaran (mindfulness) terbukti efektif mengelola stres dan melindungi ketajaman berpikir.
4. Tidak peduli kesadaran diri
Kesadaran diri sangat penting untuk memahami kekuatan dan kelemahan, ketakutan, serta keyakinan yang membatasi. Mengenal diri sendiri membantu kita memahami bagaimana cara memproses informasi, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
