
Ilustrasi orang tua memarahi anaknya karena IQnya rendah.
JawaPos.com - Harapan sebagian besar orang tua adalah memiliki anak yang cerda dan pintar, dengan skor IQ cukup tinggi. Padahal masing-masing kemampuan anak itu berbeda dan tidak bisa jadi bahan perbandingan.
Maka jika orang tua terkesan memarahi atau menyudutkan anak yang memiliki skor IQ yang rendah, itu akan berdampak tidak baik bagi perkembangannya ke depan.
Mengutip dari laman Klik Dokter, Psikolog mengatakan bahwa IQ rendah itu bukan jadi patokan utama kepintaran seorang anak, karena mereka memiliki kemampuan masing-masing untuk menunjukkan bakat dan minatnya.
Melansir dari laman Quantum Edukasindo Paradigma, inilah 5 hal yang harus dilakukan orang tua saat mengetahui IQ anaknya cukup rendah :
1. Kenali Kelebihan Bakat dan Minat Anak
Anak dengan IQ rendah bukan berarti tidak memiliki kemampuan atau bakat, besar kemungkinan sang anak lebih terampil di bidang lain. Misalnya kemampuan bermain musik, olahraga, sosial, seni visual, dan lainnya.
Hal ini karena kecerdasan seseorang bukan hanya diukur dari nilai IQ maupun nilai di setiap mata pelajaran di sekolahnya. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk mengenal kelebihan anak.
Bantu sang buah hati untuk mengembangkan bakatnya secara perlahan, agar bisa sukses dalam hidupnya di masa depan. Bahkan orang tua bisa melakukan test yang untuk mengetahui arah bakat dan minat pada anak.
2. Gunakan Metode Pengulangan secara Perlahan
Pasalnya, anak yang mempunyai IQ rendah sulit untuk menangkap dan memahami hal baru secara cepat. Sehingga orang tua perlu memberikan pengulangan materi beberapa kali, atau sampai sang buah hati memahaminya.
Namun, alangkah baiknya apabila orang tua lebih berfokus pada proses pembelajaran mereka. Jika anak sudah paham dengan materi, barulah orang tua memberikan langkah selanjutnya dengan satu tingkatan yang lebih sulit.
3. Pakai Bahasa yang Mudah Dimengerti
Metode belajar yang mudah dan perlahan dianggap efektif untuk mengajari anak dengan IQ di bawah rata-rata. Salah satunya adalah dengan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti oleh mereka, serta hindari pemakaian kalimat yang terlalu berlebihan dan keluar dari topik.
Apabila orang tua mengajarkan materi dengan kosa kata yang sederhana, anak akan lebih mudah memahami materi dengan cepat. Bahasa yang mudah juga memungkinkan anak untuk melaksanakan sesuatu yang orang tua katakan.
4. Berikan Dukungan serta Motivasi

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
