
Ilustrasi ingin mengubah perilaku pasangan.
JawaPos.com - Sebagian besar manusia ingin mendapati hubungan yang selalu harmonis, langgeng, dan tidak ada konflik. Tapi pada kenyataannya itu semua mustahil terjadi.
Manusia selalu dibutakan akan yang namanya "kecocokan", tapi jika dipikirkan kembali bahwa untuk 100 persen cocok itu juga mustahil terjadi. Kita perlu menyadari bahwa suatu pasangan hanya bertemu saat tumbuh dewasa dan memiliki latar belakang keluarga serta masa lalu yang beda.
Bagaimanapun juga, segala kekurangannya harus kita terima dan jangan sibuk untuk mengubah perilaku pasangan karena dia tidak akan berubah kecuali muncul keinginan dari dalam hatinya.
Perubahan perilaku pasangan akan terjadi seiring berjalannya waktu, karena sejatinya manusia itu bertumbuh dari satu proses ke proses yang lain. Jadi tak hanya si dia yang berubah, tapi kamu juga.
Melansir dari laman Mindfullnessmuse pada (23/10) alih-alih sibuk mengubah perilaku pasangan, sebaiknya ubah 3 mindset ini agar hubunganmu tetap terjaga :
1. Pikiran Bahwa Segala Hal Dilakukan dengan Sengaja
Sikap interpretatif ini mungkin dialami sebagai kecenderungan untuk menganggap setiap perilaku yang menjengkelkan atau tidak diinginkan sebagai tindakan bersifat pribadi.
Misalnya, bayangkan jika pasanganmu pulang kerja dengan hari yang menegangkan dan tidak menyambutmu dengan pelukan atau senyuman seperti yang biasanya, kamu menafsirkan bahwa perilaku ini sebagai “disengaja”.
Kamu berpikir bahwa perilaku dia sudah tidak peduli dan tidak mementingkanmu lagi. Cara yang lebih aman untuk menafsirkan ini adalah dengan melakukan penilaian ulang sambil berpikir, “Sepertinya pasanganku baru saja mengalami hari yang sangat menegangkan.”
Penting bagi kita untuk memberikan sedikit kelonggaran pada pasangan, jika dia kadang-kadang terlihat menjauhi atau terlalu fokus pada dirinya sendiri.
2. Tidak Dapat Menerima Kekacauan
Ambil langkah mundur dan dengan jujur menilai sejauh mana pasanganmu menciptakan kekacauan ini. Pada faktanya, 80% pasangan yang tinggal bersama, kekacauan dianggap sebagai sumber ketegangan yang signifikan dalam hubungan.
Kamu harus bersedia menerima kenyataan bahwa tidak bisa benar-benar mengubah orang lain dan mengharapkan pasangan berubah menjadi orang yang dapat diatur sesuai harapan kita.
Jika kamu merasa tidak dihargai karena kekacauan ini, sebaiknya ungkapkan dengan baik dan langsung dengan cara komunikasi yang efektik. Ketika isu seperti ini menjadi buntu dan sulit diubah, ingatlah bahwa kamu selalu mempunyai kekuatan untuk mengubah sikap diri sendiri, bukan orang lain.
3. Mengukur "Benar" dan "Salah" dalam Mengekspresikkan Cinta

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
