JawaPos.com - Rasa lapar yang muncul menjelang waktu tidur adalah fenomena yang cukup umum.
Meski sebagian orang mungkin mengabaikannya atau memutuskan untuk tetap tidur, tidak jarang individu yang merasa lapar sebelum tidur menunjukkan berbagai kebiasaan yang bisa diidentifikasi.
Psikologi mengungkapkan bahwa kondisi lapar di malam hari ini seringkali berkaitan dengan aspek emosional, kebiasaan hidup, serta kondisi fisik seseorang.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (19/10), terdapat sembilan kebiasaan yang kerap diperlihatkan oleh orang yang lapar tepat sebelum tidur, menurut perspektif psikologi:
1. Mengalami Perubahan Mood Mendadak
Salah satu dampak psikologis yang paling umum dari rasa lapar adalah perubahan suasana hati.
Orang yang merasa lapar di malam hari sering kali menjadi lebih mudah marah, cemas, atau gelisah.
Dalam psikologi, rasa lapar dapat memicu reaksi emosional negatif karena tubuh membutuhkan energi yang tidak tercukupi. Hormon stres, seperti kortisol, dapat meningkat, menyebabkan perubahan mood yang signifikan.
Penjelasan Psikologis: Rasa lapar dapat mengganggu keseimbangan hormon dan neurotransmiter di otak, yang memainkan peran penting dalam regulasi emosi.
Kadar gula darah yang rendah dapat memperburuk suasana hati, membuat seseorang lebih rentan terhadap iritabilitas dan kecemasan.
2. Munculnya Obsesi Terhadap Makanan
Ketika rasa lapar menyerang di malam hari, individu sering kali memikirkan makanan secara terus-menerus.
Gambar-gambar makanan atau keinginan kuat untuk makan tertentu mungkin mendominasi pikiran mereka, meskipun mereka berusaha untuk mengabaikannya.
Penjelasan Psikologis: Pikiran obsesif terhadap makanan merupakan respon alami ketika tubuh mencoba untuk memuaskan rasa lapar.
Otak, terutama bagian yang mengatur kebutuhan dasar seperti makan, mengirimkan sinyal-sinyal kuat untuk menarik perhatian pada makanan sebagai bentuk pemenuhan energi.
3. Menggigit Kuku atau Menunjukkan Tanda-tanda Kecemasan Lainnya
Beberapa orang yang lapar sebelum tidur mungkin secara tidak sadar mulai melakukan kebiasaan seperti menggigit kuku, menggerak-gerakkan kaki, atau bermain-main dengan jari.
Kebiasaan ini sering kali merupakan tanda kecemasan ringan yang muncul karena ketidaknyamanan fisik akibat lapar.
Penjelasan Psikologis: Kebiasaan ini sering disebut sebagai “nail-biting syndrome” atau perilaku repetitif yang muncul sebagai mekanisme koping ketika seseorang merasakan stres atau ketidaknyamanan.
Dalam hal ini, rasa lapar berperan sebagai stresor fisik yang memicu perilaku tersebut.
4. Sulit Tidur atau Insomnia
Lapar dapat membuat seseorang sulit tidur. Perut yang kosong dapat memicu aktivitas otak, membuat pikiran tetap waspada, sehingga menyulitkan seseorang untuk terlelap.
Orang yang mengalami insomnia karena lapar biasanya lebih banyak berguling di tempat tidur atau memikirkan cara untuk mengatasi rasa lapar tanpa harus makan.
Penjelasan Psikologis: Rasa lapar di malam hari mengganggu ritme sirkadian tubuh, yaitu jam internal yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Ketika tubuh membutuhkan energi, ia mungkin menunda proses alami tidur untuk mencari sumber makanan terlebih dahulu.
5. Mengambil Camilan Tengah Malam
Orang yang lapar sebelum tidur sering kali bangun di tengah malam untuk mencari camilan. Ini bisa berupa makanan ringan seperti keripik, biskuit, atau sesuatu yang mudah diambil tanpa perlu menyiapkan makanan berat.
Mereka cenderung menghindari makanan besar karena takut gangguan pencernaan saat tidur, tetapi juga tidak bisa menahan rasa lapar.
Penjelasan Psikologis: Kebiasaan ini dikenal sebagai "night eating syndrome", yang merupakan gangguan makan yang biasanya terjadi pada malam hari.
Psikologi mengaitkan perilaku ini dengan ketidakseimbangan hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar, seperti ghrelin dan leptin.
6. Melakukan Aktivitas Ringan untuk Mengalihkan Pikiran
Beberapa orang mungkin mencoba mengalihkan rasa lapar dengan melakukan aktivitas ringan, seperti membaca, menonton TV, atau bahkan merapikan barang-barang di kamar. Aktivitas ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari rasa lapar yang mengganggu.
Penjelasan Psikologis: Aktivitas ini bisa dianggap sebagai bentuk penghindaran kognitif, di mana seseorang secara sadar mengalihkan pikirannya dari stimulus yang mengganggu (dalam hal ini, rasa lapar) untuk menjaga keseimbangan emosional dan fisik.
7. Munculnya Pikiran Perfeksionis Terkait Diet
Orang yang lapar sebelum tidur seringkali mengalami konflik batin antara keinginan untuk makan dan komitmen untuk tetap pada rencana diet mereka.
Mereka mungkin terlibat dalam dialog internal yang kritis, merasa bersalah jika makan larut malam, namun sekaligus sangat menginginkan makanan.
Penjelasan Psikologis: Pikiran perfeksionis terkait diet sering kali berkaitan dengan kontrol diri dan citra tubuh.
Seseorang mungkin berjuang untuk mempertahankan kontrol terhadap asupan kalori, yang pada gilirannya menciptakan stres mental saat dihadapkan pada pilihan antara memuaskan rasa lapar atau mematuhi aturan diet mereka.
8. Mengalami Mimpi Tentang Makanan
Saat tubuh sangat lapar, otak mungkin mencoba memuaskan keinginan makan melalui mimpi.
Mimpi tentang makanan, baik itu dalam bentuk pesta makanan atau makanan favorit yang menggoda, cukup umum terjadi pada orang yang tidur dalam keadaan lapar.
Penjelasan Psikologis: Secara psikologis, mimpi adalah cerminan dari keinginan atau kebutuhan yang tidak terpenuhi di kehidupan nyata.
Dalam kasus ini, tubuh yang lapar berusaha memenuhi kebutuhan energi melalui visualisasi atau imajinasi saat tidur.
9. Merasa Lebih Lelah di Pagi Hari
Mereka yang tidur dalam kondisi lapar sering kali bangun dengan perasaan lebih lelah di pagi hari.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan energi di malam hari, yang membuat tubuh tidak dapat memulihkan diri dengan maksimal selama tidur.
Penjelasan Psikologis: Rasa lapar yang berlanjut selama tidur mengganggu proses restoratif alami tubuh.
Energi yang dibutuhkan untuk pemulihan fisik dan mental tidak tersedia, sehingga seseorang merasa tidak segar saat bangun.
Proses ini juga mempengaruhi kualitas tidur yang cenderung menjadi lebih dangkal.
Rasa lapar sebelum tidur dapat memicu berbagai kebiasaan yang bervariasi dari satu individu ke individu lainnya.
Secara psikologis, kebiasaan ini sering kali terkait dengan upaya tubuh untuk mencari keseimbangan antara kebutuhan fisik (energi) dan emosi.
Dari perubahan mood hingga sulit tidur, kebiasaan-kebiasaan ini mencerminkan bagaimana rasa lapar mempengaruhi kondisi mental dan fisik seseorang.
Solusi terbaik adalah menjaga pola makan yang teratur sepanjang hari agar tubuh mendapatkan asupan energi yang cukup dan tidak terganggu pada malam hari.