Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Oktober 2024 | 17.42 WIB

Psikologi Ungkap 6 Ciri Orang yang Tumbuh di Rumah Tangga Tidak Bahagia, Apakah Kamu Salah Satunya?

ciri seseorang tumbuh di rumah tangga tidak bahagia menurut Psikologi - Image

ciri seseorang tumbuh di rumah tangga tidak bahagia menurut Psikologi

JawaPos.com – Mengalami kehidupan di lingkungan rumah tangga yang tidak bahagia dapat berdampak besar pada perkembangan seseorang. Dalam psikologi, ada beberapa ciri yang sering ditemukan pada mereka yang tumbuh di dalam situasi semacam ini.

Kehidupan rumah tangga yang kurang harmonis bisa mempengaruhi pola pikir, emosi, hingga perilaku di masa depan.

Jika kamu merasa ada sesuatu yang berbeda dengan caramu menghadapi kehidupan saat ini, bisa jadi kamu memiliki salah satu ciri yang diungkapkan psikologi tentang orang yang tumbuh di rumah tangga yang tidak bahagia.

Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (17/10), diterangkan bahwa terdapat enam ciri seseorang sedang tumbuh di lingkungan rumah tangga yang tidak bahagia menurut Psikologi.

1. Hidup dalam mode bertahan

Mereka yang tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak harmonis seringkali terjebak dalam pola pikir bertahan hidup, bahkan setelah dewasa. Sistem saraf mereka mungkin masih terganggu akibat pengalaman masa kecil yang penuh tekanan.

Hal ini dapat menyebabkan reaksi berlebihan terhadap hal-hal sepele, kecemasan kronis, dan kesulitan menikmati momen saat ini.

Menurut pakar ilmu jiwa Annie Tanasugarn, anak-anak yang mengalami pengabaian atau kekerasan emosional maupun fisik dapat tumbuh dengan “inner child” yang secara emosional terhenti pada usia saat mereka mengalami trauma.

2. Kecenderungan menyenangkan orang lain

Tumbuh di lingkungan yang penuh ketegangan dan pertengkaran dapat membentuk seseorang menjadi orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain. Mereka belajar untuk menghindari konflik dengan cara apapun, bahkan jika itu berarti mengorbankan keinginan dan kebutuhan pribadi.

Tujuan utama mereka bukan untuk menjalin hubungan yang autentik, melainkan untuk memastikan bahwa orang lain menyukai mereka. Perilaku ini seringkali berakar dari kebutuhan akan penerimaan dan validasi eksternal, karena mereka kesulitan menemukan kepuasan dari dalam diri sendiri.

3. Kesulitan berkomunikasi secara efektif

Rumah tangga yang tidak bahagia seringkali ditandai dengan komunikasi yang buruk. Akibatnya, mereka yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini mungkin kesulitan mengekspresikan kebutuhan dan perasaan mereka secara produktif saat dewasa.

Mereka perlu belajar dari awal tentang cara menetapkan batasan, menangani konflik secara konstruktif, dan mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.

Meskipun keterampilan komunikasi dapat dipelajari, fakta bahwa seseorang harus mempelajarinya dari awal sebagai orang dewasa menunjukkan bahwa masa kecil mereka mungkin tidak ideal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore