
Ilustrasi seorang perempuan lajang (pexels)
JawaPos.com - Terkadang, menjadi lajang bisa terasa menantang, terutama ketika melihat banyak orang di sekitar yang sedang menjalin hubungan. Mungkin Anda merasa lelah dengan dunia kencan dan ingin mencoba menikmati kesendirian, atau baru saja keluar dari sebuah hubungan dan belum siap untuk terjun kembali ke dunia kencan.
Apapun alasannya, penting untuk diingat bahwa menjadi lajang bukanlah hal yang buruk, dan bahkan bisa menjadi kunci untuk mengembangkan hubungan yang lebih sehat di masa depan.
Menjadi lajang memberi Anda waktu dan ruang untuk mengenal diri sendiri lebih baik. Selain itu, Anda bisa fokus pada perkembangan pribadi tanpa tekanan dari sebuah hubungan.
Dilansir dari kanal Youtube Psych2Go, Senin (14/10), berikut adalah enam cara bagaimana menjadi lajang dapat memengaruhi Anda secara mental dan emosional:
1. Merangkul Kesendirian
Sebuah penelitian dari Pew Research Center pada tahun 2023 menemukan bahwa 30% populasi orang dewasa Amerika mengidentifikasi diri sebagai lajang, baik secara sukarela maupun tidak. Menjadi lajang kadang-kadang adalah pilihan, namun di waktu lain, itu terjadi di luar kendali kita.
Hal yang dapat kita kendalikan adalah sudut pandang kita. Menurut psikolog sosial Teresa E. DiDonato, menjadi lajang bisa menghilangkan tekanan yang seringkali ada dalam hubungan romantis, memungkinkan kita untuk berkembang dan memperbaiki diri tanpa banyak batasan.
2. Menikmati Kesendirian
Bagaimana Anda memandang kesendirian? Apakah Anda menyambutnya atau justru menghindarinya? Kesendirian dapat memunculkan perasaan dan pikiran yang tidak nyaman, namun juga bisa menjadi waktu untuk refleksi diri.
Orang yang nyaman dengan kesendirian cenderung lebih sedikit merasa kesepian dibandingkan mereka yang merasa takut sendirian. Bagi mereka yang lajang, waktu sendirian bisa dimanfaatkan secara konstruktif untuk meningkatkan kualitas hidup.
3. Mengenal Diri Sendiri
Menjadi lajang memberikan banyak keuntungan, salah satunya adalah waktu tanpa batasan dari pasangan romantis. Anda memiliki kesempatan untuk benar-benar mengenal diri sendiri, mengeksplorasi karier, dan menentukan apa yang diinginkan dalam hidup, termasuk dalam hubungan. Tidak ada aturan baku yang menentukan harus dengan siapa Anda menghabiskan hidup, dan waktu ini bisa digunakan untuk memahami tipe orang yang benar-benar cocok untuk Anda.
4. Memahami Cinta dengan Lebih Matang
Cinta muda seringkali digambarkan sebagai penuh gairah, namun seiring bertambahnya usia, pemahaman kita tentang cinta dapat menjadi lebih dalam dan matang. Momen lajang memungkinkan Anda untuk memahami diri sendiri dan kebutuhan emosional Anda sebelum benar-benar berkomitmen pada sebuah hubungan. Ini membantu dalam membangun hubungan yang lebih kuat dan sehat di masa depan.
5. Membangun Ketangguhan Emosional

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
