
ilustrasi seseorang yang terus-menerus mencari validasi di media sosial/ Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Di era media sosial, mendapatkan validasi dari orang lain telah menjadi salah satu hal yang sering dicari banyak orang.
Beberapa orang hanya berbagi momen hidup mereka secara alami, sementara yang lain terlihat sangat terpaku pada jumlah “like,” komentar, atau pengakuan yang mereka dapatkan.
Ini bukan fenomena baru, tetapi dampak media sosial telah memperluas skala pencarian validasi ini secara signifikan.
Dilansir dari Hack Spirit pada Selasa (1/10), orang-orang yang terus-menerus mencari validasi di media sosial cenderung menunjukkan ciri-ciri kepribadian tertentu. Berikut adalah tujuh ciri umum yang mungkin Anda perhatikan.
1. Mudah Merasa Tidak Puas dengan Diri Sendiri
Salah satu ciri utama dari orang yang terus-menerus mencari validasi di media sosial adalah perasaan ketidakpuasan yang mendalam terhadap diri mereka sendiri.
Mereka sering membandingkan hidup mereka dengan orang lain yang mereka lihat online, yang sering kali hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan.
Ketidakpuasan ini mendorong mereka untuk terus memposting konten, berharap bahwa pujian dari orang lain dapat memberikan rasa kepuasan yang sementara.
Perbandingan sosial ini bisa sangat merusak, terutama ketika seseorang tidak merasa cukup dengan pencapaian atau penampilan mereka sendiri.
Mereka mulai melihat kebahagiaan, kesuksesan, atau kecantikan sebagai sesuatu yang terukur dari jumlah pengikut atau "like" yang mereka terima.
2. Mudah Cemas atau Gelisah Ketika Tidak Mendapatkan Respons yang Diinginkan
Orang yang mencari validasi di media sosial sering kali mengalami kecemasan saat posting mereka tidak mendapatkan respons yang diharapkan.
Jika mereka tidak mendapatkan jumlah "like" atau komentar yang mereka bayangkan, hal ini bisa menyebabkan kegelisahan dan merusak suasana hati mereka.
Mereka terus-menerus memeriksa ponsel mereka untuk melihat apakah ada notifikasi baru, dan ketidakmunculan notifikasi tersebut bisa membuat mereka merasa diabaikan atau tidak dianggap penting.
Ciri ini menandakan betapa dalamnya kebutuhan mereka akan pengakuan dari dunia luar, di mana penerimaan secara online menjadi sumber utama kepuasan diri.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
