Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 September 2024 | 19.44 WIB

8 Tanda Anda Tumbuh Besar dengan Ibu yang Sering Berkorban dalam Hidupnya, Menurut Psikologi

Inilah 8 Tanda Anda Tumbuh Besar dengan Ibu yang Suka Berkorban, Menurut Psikologi. (Freepik) - Image

Inilah 8 Tanda Anda Tumbuh Besar dengan Ibu yang Suka Berkorban, Menurut Psikologi. (Freepik)

JawaPos.com -  Jika Anda dibesarkan oleh seorang ibu yang sering berkorban dalam hidupnya, Anda mungkin tahu bahwa itu tidak selalu mudah untuk dikenali.

Ada keseimbangan yang rumit antara cinta tanpa pamrih dan titik di mana cinta itu mulai memengaruhi kesehatan mental Anda sendiri.

Tumbuh besar dengan ibu yang sering mengorbankan dirinya mungkin berarti menyaksikan sang ibu mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri, yang sering kali mengorbankan kesejahteraannya sendiri.

Ini adalah pola psikologis yang, meskipun bukan diagnosis formal, dapat membentuk kepribadian dan perilaku Anda sendiri dengan cara yang mungkin tidak Anda sadari.

Menyadari tanda-tanda ini dapat menjadi tantangan namun penting untuk memahami diri Anda lebih baik.

Jadi, mari kita selami psikologi di balik tumbuh besar dengan ibu yang sering berkorban dan jelajahi delapan tanda umum yang mungkin Anda alami, seperti yang dikutip dari geediting.com, Senin (30/9) dibawah ini.

1. Anda sering merasa bersalah karena memprioritaskan kebutuhan Anda sendiri

Tumbuh dengan ibu yang sering mengorbankan diri dapat menimbulkan rasa bersalah yang mendalam setiap kali Anda mengutamakan kebutuhan diri sendiri.

Ini karena kamu telah dikondisikan untuk menyaksikan ibu Anda selalu mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri.

Ini adalah pola psikologis yang umum, Anda secara tidak sadar belajar untuk percaya bahwa kebutuhan Anda bersifat sekunder dan memprioritaskannya adalah hal yang egois.

Anda bahkan mungkin merasa membebani orang lain dengan kebutuhan dan keinginan Anda.

2. Anda kesulitan menerima bantuan dari orang lain

Ironisnya, dibesarkan oleh ibu yang sering berkorban dapat membuat Anda sulit menerima bantuan dari orang lain.

Anda mungkin pernah menyaksikan ibu Anda terus-menerus memberi dan jarang menerima, yang dapat membuat Anda percaya bahwa ini adalah norma.

Perilaku ini berakar pada keyakinan bahwa menerima bantuan merupakan tanda kelemahan atau beban bagi orang lain.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap orang terkadang membutuhkan bantuan dan tidak apa-apa untuk menerimanya saat ditawarkan.

Itu tidak membuat Anda lemah atau egois, melainkan mengakui saling ketergantungan kita sebagai manusia.

3. Anda memiliki toleransi yang tinggi terhadap pengabaian

Salah satu ciri tumbuh besar dengan ibu yang berkorban adalah mengembangkan toleransi yang luar biasa tinggi terhadap pengabaian.

Ibu Anda mungkin begitu fokus mengurus orang lain sehingga tanpa sengaja ia mengabaikan kebutuhannya sendiri, dan mungkin juga kebutuhan Anda.

Menurut teori keterikatan, anak-anak yang mengalami pengabaian emosional, terutama pada tahun-tahun pembentukan diri mereka, sering kali tumbuh menjadi orang dewasa yang mengalami kesulitan membentuk hubungan yang aman dan dekat secara emosional.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pengabaian dapat mengganggu perkembangan emosional yang sehat, menyebabkan individu menoleransi jarak emosional dan mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dalam hubungan.

Hal ini sejalan dengan pengalaman tumbuh besar dengan ibu yang mengorbankan diri, di mana seorang anak mungkin mengembangkan toleransi yang luar biasa tinggi terhadap pengabaian karena sang ibu lebih mengutamakan orang lain daripada kebutuhannya sendiri dan kebutuhan sang anak.

Mengenali pola ini penting untuk mengembangkan hubungan yang lebih sehat dan memahami kebutuhan emosional seseorang.

4. Anda merasa bertanggung jawab atas emosi orang lain

Tumbuh dengan ibu yang sering berkorban dapat menanamkan dalam diri Anda rasa tanggung jawab terhadap emosi dan kesejahteraan orang-orang di sekitar Anda.

Saat Anda menyaksikan ibu Anda terus-menerus mengorbankan kebutuhannya sendiri demi orang lain, Anda mungkin secara tidak sadar belajar bahwa sudah menjadi kewajiban Anda untuk mengelola perasaan dan kebahagiaan orang lain.

Atau mungkin Anda berusaha keras menghindari konflik, karena takut perselisihan apa pun akan menyakiti perasaan seseorang.

Perilaku ini dapat menyebabkan kelelahan emosional dan kurangnya batasan , karena Anda menempatkan kebutuhan emosional orang lain di atas kebutuhan Anda sendiri.

Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin kesulitan memisahkan emosi Anda sendiri dari emosi orang lain, merasa terlalu bertanggung jawab atas perasaan mereka, dan mencoba memperbaiki hal-hal yang berada di luar kendali Anda.

5. Anda mengatakan “ya” bahkan ketika Anda ingin mengatakan “tidak”

Tanda lain tumbuh dengan ibu yang sering mengorbankan diri adalah kecenderungan untuk menyetujui hal-hal yang sebenarnya tidak ingin Anda lakukan.

Anda mungkin telah belajar sejak awal bahwa mengatakan “ya” adalah hal yang diharapkan, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebutuhan atau keinginan Anda sendiri.

Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menimbulkan kelelahan dan kebencian karena Anda tidak menghargai batasan Anda sendiri.

Belajar mengatakan “tidak” saat diperlukan adalah bagian penting dalam menetapkan batasan yang sehat dan menjaga diri sendiri.

Ini adalah cara memprioritaskan kesejahteraan Anda, yang penting untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan Anda.

6. Anda merasa tidak nyaman menerima pujian atau pengakuan

Jika Anda tumbuh dengan ibu yang berkorban, Anda mungkin kesulitan menerima pujian atau pengakuan, meskipun itu memang pantas.

Ketidaknyamanan Anda dengan pujian mungkin berasal dari melihat ibu Anda meremehkan prestasinya, membuat Anda percaya bahwa mencari pengakuan adalah hal yang egois.

Menurut penelitian oleh dr. Kristin Neff tentang kasih sayang terhadap diri sendiri, orang dengan harga diri rendah sering kali merasa sulit menerima kebaikan atau pujian karena mereka merasa tidak pantas menerimanya.

Faktanya, penelitian Neff menekankan bahwa mengembangkan rasa kasih sayang pada diri sendiri dapat meningkatkan ketahanan emosional dan meningkatkan kesejahteraan, membantu individu menerima kebaikan dan pujian dari orang lain dengan lebih nyaman.

7. Anda cenderung meremehkan emosi Anda sendiri

Tanda terakhir bahwa Anda tumbuh dengan ibu yang berkorban adalah Anda mungkin telah belajar untuk menekan atau meremehkan emosi Anda sendiri.

Menyaksikan ibu Anda terus-menerus mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri mungkin membuat Anda percaya bahwa perasaan Anda sendiri kurang penting atau bahkan menjadi beban bagi orang lain.

Menyadari bahwa emosi Anda valid dan layak mendapat perhatian sangat penting untuk pertumbuhan pribadi dan membangun hubungan yang sehat .

Penting untuk memberi diri Anda izin untuk merasakan dan mengekspresikan emosi Anda tanpa rasa bersalah, dengan menyadari bahwa emosi Anda sama pentingnya dengan emosi orang lain.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore