
Ilustrasi kelahiran Minggu, Senin, Selasa, dan Rabu (Pixabay/TheDigitalArtist)
JawaPos.com – Seperti yang kita ketahui selama ini, hari Minggu adalah hari libur nasional di Indonesia. Di hari tersebut, masyarakat Indonesia biasanya akan menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga, bermain bersama teman, atau sekadar menikmati hari sebagai waktu istirahat.
Namun, apakah kamu tahu mengapa hari Minggu ditetapkan sebagai hari libur nasional? Berikut adalah kisah dibalik penetapannya!
Dilansir dari Britannica.com, penetapan hari Minggu sebagai hari libur pertama kali dilakukan pada zaman kekaisaran romawi. Tepatnya, pada zaman Kaisar Romawi Konstantintus I.
Pada tahun 321 M, Kaisar Romawi Konstantintus I mengeluarkan Undang-Undang Sipil yang menetapkan bahwa semua pekerja haru berlibur di hari Minggu, kecuali petani dengan kondisi-kondisi tertentu.
Dikeluarkannya peraturan tersebut, tidak terlepas dari peran Kristen sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi. Kaisar Kontantintus I sendiri menetapkan Minggu sebagai hari libur agar masyarakat bisa beribadah di hari tersebut.
Masih dari Britannica.com, jika kita tarik lebih jauh ke belakang. Penetapan tujuh hari dalam satu minggu pertama kali dilakukan oleh orang-orang di Mesapotamia, khususnya bangsa Sumeria dan Babylonia.
Menurut catatan sejarah, bangsa Sumeria dan Babylonia adalah orang-orang yang pertama kali membagi tahun ke dalam beberapa minggu dan satu minggu dibagi ke dalam 7 hari dan salah satunya ditetapkan sebagai hari rekreasi atau berlibur.
Mereka menamai hari dengan nama-nama planet yang mereka ketahui seperti, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Matahari, dan Bulan. Kebiasaan tersebut kemudian diadopsi oleh bangsa Romawi.
Selama berabad-abad, bangsa Romawi menggunakan sistem delapan hari dalam satu minggu. Baru pada tahun 321 M, Kaisar Romawi Konstantin I menetapkan tujuh hari dalam satu minggu dengan Minggu sebagai hari pertama (Sun’s day) sekaligus hari libur.
Hari-hari selanjutnya diberi nama sesuai dengan nama planet, yakni Bulan (Moon’s day), Mars (Mars’s day), Merkurius (Mercurys’s day), Jupiter (Jupiter’s day), Venus (Venus’s day), dan Saturnus (Saturn’s day).
Dilansir dari peta yang dikutip oleh vox.com, wilayah kekuasaan dari Kekaisaran Romawi begitu besar mencakup sebagian besar negara di Eropa, beberapa negara di Asia dan wilayah Afrika bagian Utara. Salah satu negara yang mendapat pengaruh tersebut adalah Belanda.
Seperti yang kita ketahui bersama, Belanda adalah salah satu bangsa yang pernah menjajah negara Indonesia.
Sebelum menjajah Indonesia, Belanda sudah terlebih dahulu mendirikan sebuah kongsi dagang yang kita kenal dengan nama VOC atau Vereeniging van Oost-Indische Company pada tahun 1602.
Dengan semangat Gold, Glory, dan Gospel, Belanda tidak hanya mencoba meraup keuntungan dan kejayaan dari rempah-rempah Nusantara, tetapi mereka juga melakukan kristenisasi.
Meskipun begitu, hari Minggu mulai ditetapkan sebagai hari libur nasional Hindia Belanda pada abad ke-19. Sama halnya dengan kalender masehi yang diadopsi seluruh negara di dunia, begitu pun dengan hari Minggu ditetapkan sebagai hari libur nasional Indonesia hingga saat ini.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
