Ilustrasi orang yang menjalin interaksi di ruang ketiga. (Pixabay)
JawaPos.com – “Ruang ketiga” merupakan lingkungan sosial yang mengacu di luar rumah (ruang pertama) dan tempat kerja (ruang kedua) tempat kita berkumpul, berinteraksi, dan membangun hubungan.
Dalam buku The Great Good Place oleh Ray Oldenburg, menekankan ruang ketiga yang dapat terjalin komunikasi dari tempat seperti cafe, taman, bar, atau toko buku. Ruang ini memberikan suasana netral dan informal untuk berinteraksi.
Dilansir dari forbes.com, ruang ketiga bisa menjadi kehidupan yang penting dalam hubungan sosial. Namun, seiring berkembangnya zaman yang didominasi oleh komunikasi daring membuat ruang fisik seperti ini menghilang.
Hilangnya ruang ketika dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi seseorang karena kurangnya interaksi langsung. Berikut dua alasan mengapa hilangnya ruang ketiga dapat mempengaruhi kemampuan kita membangun hubungan yang bermakna.
Kemajuan teknologi dan pengembangan aplikasi daring membuat kita lebih dimudahkan untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa tatap muka. Salah satu contoh, aplikasi kencan online yang banyak berkembang untuk mereka yang mencari pasangan.
Memang aplikasi kencan menyediakan solusi modern untuk menghilangkan ruang ketiga, menciptakan aliran calon pasangan yang tak terbatas hanya dengan gerakan jari, bahkan tanpa adanya kedekatan fisik.
Namun, aplikasi ini secara tidak langsung dapat berkontribusi pada rasa kesepian yang lebih dalam. Misalnya, keanehan online seperti orang-orang di aplikasi kencan dapat menghilang dari percakapan tanpa konsekuensi apapun.
Hal ini menyebabkan perasaan penolakan, ketidakpercayaan, dan kelelahan emosional saat berkencan. Sebuah penelitian menemukan alasan mengapa banyak orang melakukan catfishing atau kittenfishing di situs media sosial.
Catfishing merupakan bentuk pemalsuan di media online, jadi seseorang berpura-pura menjadi orang lain dan kittenfishing memperlihatkan penampilan diri sendiri yang dilebih-lebihkan.
Hal ini didasari karena keinginan seseorang untuk menampilkan versi ideal mereka. Jadi, menjalin hubungan dari aplikasi kencan dengan seseorang yang berbohong tentang jati dirinya sangatlah mustahil.
Seiring berjalannya waktu, orang yang mengalami penipuan seperti itu dapat mengurangi sifat optimis untuk menemukan hubungan yang bermakna. Beberapa pengalaman kencan online dapat lebih mengecewakan daripada memuaskan.
Melihat profil orang lain secara terus-menerus dapat menyebabkan rasa insecure. Hal ini dikarenakan perasaan yang selalu ingin membandingkan diri sendiri dengan profil orang lain yang tampak sempurna.
Sebaliknya ruang ketiga memberikan kita kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang lebih nyata dan tanpa melebih-lebihkan dari fitur teknologi.
Berbeda dengan aplikasi kencan online yang serba praktis, tetapi seringkali menjalin terjalin ikatan yang dangkal. Ruang ketiga dapat mendorong interaksi yang lebih alami dan tanpa adanya tekanan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
