
Di zaman sekarang, banyak orang menerapkan fexting dalam hubungannya (pexels/cottonbro studio).
JawaPos.com - Dalam menjalin hubungan asmara, perseteruan atau pertengkaran menjadi hal yang lumrah terjadi. Penyebabnya pun bisa karena perbedaan pendapat, aturan yang dilanggar, perkara kasih kabar, dan masih banyak lagi.
Pertengkarang sering kali terjadi ketika dua sejoli bertemu secara fisik. Kedua pasangan saling beradu argumen bisa dengan nada tinggi atau diam-diaman saat bertemu.
Tetapi, di zaman serba teknologi seperti ini, pertengkaran dalam hubungan asmara tidak selalu harus bertemu secara fisik dulu.
Pasangan zaman sekarang banyak yang pernah mengalami fexting. Lalu, apa itu fexting?
Dikutip dari Bonobology, fexting merupakan singkatan dari fighting over text, maksudnya adalah bertengkar lewat chat. Jadi, sepasang kekasih bertengkar atau menyelesaikan masalah melalui chat.
Salah satu tujuan sepasang kekasih melakukan fexting yaitu demi menghindari pertengkaran yang semakin parah.
Bahasa tubuh atau mimik wajah memang bisa menjadi penyebab bertambah panasnya masalah yang dibahas.
Banyak pasangan yang merasa fexting cukup efektif dalam menyelesaikan masalah. Nyatanya, efektif atau tidaknya fexting dalam hubungan asmara itu sangat subjektif.
Tidak semua masalah dapat diselesaikan secara fexting. Ada beberapa masalah yang memang penyelesaiannya harus dilakukan secara fisik atau bertatap muka dengan pasangan.
Selain itu, tidak semua pasangan bisa melakukan fexting. Ada beberapa orang yang cenderung ingin menyelesaikan masalah dengan cara bertemu secara langsung.
Fexting juga bentuk penyelesaian masalah yang penuh multi persepsi. Kita semua tahu bahwa bertukar pesan atau chatting memiliki sifat ambigu.
Ketika fexting, pasangan tidak bisa melihat mimik wajah atau gestur. Bisa jadi kamu sebenarnya sedang mengutarakan kekesalan, nyatanya diterima oleh pasanganmu sebagai bentuk candaan.
Proses komunikasi jadinya tidak terjalin dengan baik jika hal ini terjadi. Proses penyelesaian masalah tidak terjadi malah makin runcing.
Satu lagi dampak buruk dari fexting adalah bukti pertengkaran tersebut tidak bisa dihapus. Bisa jadi pasangan tiba-tiba scroll bukti chat lama dan emosinya pun kembali tersulut yang membuat fexting menjadi bom waktu dalam hubungan.
Menyelesaikan masalah dengan cara fexting bukanlah hal ideal dalam hubungan asmara. Sebaiknya selesaikan secara langsung tanpa perlu ditunda lagi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
