JawaPos.Com- Bulan Rabiul Awal merupakan bulan yang sangat mulia dan agung, karena di bulan ini Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dilahirkan.
Menurut kalender Hijriah, Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati pada tanggal 12 Rabiul Awwal.
Pada tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada hari Senin, 16 September 2024. Bagi umat Islam yang ingin merayakannya dapat memulainya sejak waktu Magrib pada hari Minggu, 15 September 2024.
Di bulan yang penuh berkah ini tentu saja segala amalan yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dari beberapa amalan yang dianjurkan salah satunya adalah puasa sunah.
Dilansir dari channel Youtube Amalan Akhirat pada Sabtu, (14/9), berikut ini adalah empat jenis puasa sunah beserta bacaannya yang dapat dilaksanakan di bulan Rabiul Awal:.
1. Puasa Sunah Senin dan Kamis
Puasa sunnah Senin dan Kamis merupakan amalan yang sangat disukai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Salah satu keutamaan puasa sunah Senin dan Kamis adalah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan membuka pintu surga-Nya pada hari Senin dan Kamis bagi orang-orang yang mengagungkannya dengan ibadah. Selain itu, puasa sunah Senin dan Kamis juga dapat menghapuskan dosa-dosa kecil. Untuk niat puasa sunah Senin dan Kamis sebagai berikut:
"Nawaitu Shauma yaumil isnayni (atau yaumil khamisi) lillahi ta'ala."
Artinya: "Saya niat berpuasa pada hari Senin (atau Kamis) karena Allah Ta'ala."
2. Puasa Ayyamul Bidh (Puasa Hari Putih)
Puasa Ayyamul Bidh atau puasa tiga hari putih adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriah. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari-hari tersebut.
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh adalah bahwa pelakunya akan mendapatkan pahala seolah-olah berpuasa sepanjang tahun. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.
Pada bulan Rabiul Awal tahun 1446 Hijriah, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada tanggal 17, 18, dan 19 September 2024. Adapun niat puasa Ayyamul Bidh adalah:
"Nawaitu Shauma Ayya'mil bi'dl lillahi ta'ala."
Artinya: "Saya niat berpuasa hari-hari yang malamnya cerah karena Allah."
3. Puasa Daud
Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan secara bergantian, yaitu satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud, yaitu satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan puasa Daud adalah bahwa pelakunya akan mendapatkan pahala seolah-olah berpuasa sepanjang tahun. Selain itu, puasa Daud juga dapat menghapuskan dosa-dosa kecil kita.
Pada bulan Rabiul Awal tahun 1446 Hijriah, puasa Daud dapat dilaksanakan mulai tanggal 5 September hingga 3 Oktober 2024. Adapun niat puasa Daud adalah:
"Nawaitu saumal dawuda sunatan lillahi ta'ala."
Artinya: "Saya niat berpuasa Daud sebagai ibadah sunah karena Allah Ta'ala."
4. Puasa Qada Ramadan
Bagi kita yang masih memiliki hutang puasa Ramadan dari tahun sebelumnya, bulan Rabiul Awal merupakan waktu yang tepat untuk mengqada (mengganti) puasa tersebut. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Barangsiapa yang memiliki hutang puasa, maka hendaklah dia mengqadanya." (HR. Bukhari)
Mengqada puasa Ramadan di bulan Rabiul Awal memiliki keutamaan yang besar, karena selain mendapatkan pahala puasa Ramadan, kita juga akan mendapatkan pahala tambahan atas puasa di bulan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Puasa Qada Ramadhan bisa dimulai pada tanggal 5 September- 3 Oktober 2024. Adapun niat puasa Qada Ramadhan adalah:
"Nawaitu shauma ghadin`an qadha`i fardhi syahri Ramadha'na lillahi ta'ala."
Artinya: "Saya niat untuk mengqada puasa wajib bulan Ramadan karena Allah Ta'ala."
Selain empat jenis puasa sunah di atas, masih banyak amalan lain yang dapat kita lakukan di bulan Rabiul Awal, seperti memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, melakukan ibadah-ibadah sunah lainnya, serta meningkatkan amal kebajikan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
***