
Ilustrai seorang remaja perempuan bermain media sosial. (Freepik)
JawaPos.com - Media sosial telah meresap ke dalam semua aspek kehidupan saat ini. Dari mulai kita berinteraksi, mencari informasi, mendapatkan hiburan, dan melakukan pekerjaan, tidak dipungkiri semua hal itu perlu yang namanya media sosial.
Platform seperti Instagram, Twitter, dan Facebook tidak hanya memudahkan komunikasi, tetapi juga menjadi media yang dapat memengaruhi kehidupan kita. Namun, seiring dengan kemudahan ini, banyak orang mulai menyadari bahwa mereka mengalami kecanduan media sosial yang dapat mempengaruhi dirinya, khususnya memengaruhi kesehatan mental.
Dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan ialah dapat menyebabkan stress yang tinggi, kecemasan, bahkan depresi. Jika hal ini terjadi, mungkin sudah saatnya Anda untuk rehat sejenak dari sosial media.
Dilansir dari Crosswalk.com, berikut tanda-tanda bahwa Anda perlu melakukan istirahat dari media sosial.
1. Timbul rasa cemas
Media sosial bisa menimbulkan kecemasan lewat berita, informasi-informasi masa kini, permasalahn dengan teman, atau bahkan hal-hal yang tidak benar-benar ada.
Kecemasan sering dimulai dengan pikiran-pikiran yang tampak biasa dan logis. Namun, kadang-kadang satu pikiran bisa memicu serangkaian pikiran lain yang akan membuat Anda semakin khawatir. Tanpa disadari, pikiran-pikiran ini bisa berkembang menjadi kekhawatiran yang lebih besar dan lebih intens.
Jika setelah berselancar di media sosial merasa cemas, itu mungkin tandanya perlu istirahat dan berhenti sejenak dari media sosial.
2. Menjadi mudah marah
Mudah marah adalah salah satu dampak negatif dari terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar. Hal ini tidak hanya berlaku bagi anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
Otak manusia sebenarnya tidak dirancang untuk terus-menerus menatap layar. Ketika kita menghabiskan banyak waktu di depan layar, kita bisa menjadi mudah kesal, terprovokasi, atau merasa tidak puas dengan apa yang kita miliki.
Berbeda dengan anak-anak yang menunjukkan marah dengan berteriak atau menangis, orang dewasa menunjukkan kemarahan dengan cara yang lebih halus, seperti merasa cepat marah atau mudah frustrasi.
Mengambil waktu istirahat dari media sosial bisa melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas dan mengurangi rasa kesal yang mungkin kita rasakan.
3. Sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Media sosial sering membuat kita membandingkan diri dengan orang lain. Di media sosial, orang biasanya hanya menunjukkan hal-hal positif atau menarik dari hidup mereka, seperti liburan atau momen bahagia. Mereka jarang menunjukkan sisi emosional atau kesulitan yang mereka alami, seperti saat merasa sedih atau sakit hati. Akibatnya, kita bisa merasa hidup orang lain lebih baik dibandingkan hidup kita sendiri.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
