Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 September 2024, 20.01 WIB

4 Pelajaran Hidup yang Kebanyakan Orang Pelajari di Usia Lanjut, Salah Satunya Hidup Tak Selalu Adil

Salah satu pelajaran hidup pahit yang diambil dari pengalaman hidup adalah kita tidak bisa menyenangkan semua orang (freepik) - Image

Salah satu pelajaran hidup pahit yang diambil dari pengalaman hidup adalah kita tidak bisa menyenangkan semua orang (freepik)

 

JawaPos.com - Sepanjang perjalanan hidup, kita tersandung, belajar, dan bertumbuh. Namun, beberapa pelajaran dipelajari sedikit terlambat, sering kali membuat kita berharap kita mengetahuinya lebih cepat.

Dalam tulisan ini, saya akan berbagi dengan Anda 4 pelajaran hidup yang kebanyakan orang pelajari terlambat dalam perjalanan hidup mereka. Ini adalah wawasan yang telah membentuk kembali perspektif saya dan mengubah cara saya menjalani hidup. Berikut 4 pelajaran hidupnya, dikutip dari ideapod:

1) Hidup tidak selalu adil

Dunia perhatian penuh telah mengajari saya banyak hal. Salah satu pelajaran tersulit namun paling penting yang saya pelajari adalah bahwa hidup tidak selalu adil.

Kita sering tumbuh dengan keyakinan bahwa jika kita bekerja keras, memperlakukan orang lain dengan baik, dan membuat pilihan yang tepat, semuanya akan jatuh pada tempatnya. Namun, hidup memiliki cara untuk mengejutkan kita, terkadang dengan cara yang tampaknya sama sekali tidak adil.

Mungkin Anda telah dilewatkan untuk sebuah promosi yang sebenarnya lebih dari cukup untuk Anda, atau mungkin penyakit yang tak terduga membuat Anda jatuh sakit. Hal ini bisa membuat frustasi dan putus asa ketika hal ini terjadi.

Namun, inilah masalahnya: Hidup tidak menjanjikan keadilan. Hidup adalah sebuah perjalanan, lengkap dengan pasang surut, suka dan duka, kemenangan dan kekalahan.

Semakin cepat kita menerima hal ini, semakin baik kita dapat menavigasi melalui pasang surut kehidupan. Mindfulness mengajarkan kita untuk mengamati saat-saat yang tidak adil ini tanpa menghakimi atau menolak, memungkinkan kita untuk merespons dengan kebijaksanaan alih-alih bereaksi karena frustrasi.

2) Kebahagiaan adalah pekerjaan dari dalam

Sebagai seorang pelajar mindfulness, saya menyadari bahwa kebahagiaan bukanlah tentang apa yang kita miliki, melainkan bagaimana kita memandang apa yang kita miliki. Kesadaran ini adalah pengubah permainan bagi saya.

Kita sering terjebak dalam pemikiran bahwa jika kita bisa mendapatkan promosi jabatan, membeli rumah, atau menemukan pasangan yang sempurna, maka kita akan bahagia. Namun kenyataannya, faktor-faktor eksternal ini hanya dapat membawa kebahagiaan sementara.

Thich Nhat Hanh, seorang biksu Buddha terkenal dan guru perhatian penuh, pernah berkata: “Tidak ada jalan menuju kebahagiaan - kebahagiaan adalah jalannya.” Kutipan yang mendalam ini sangat mengena di hati saya dan mengubah cara pandang saya terhadap kebahagiaan.

Kebahagiaan bukanlah tujuan yang harus dicapai; kebahagiaan adalah pola pikir yang harus dikembangkan. Ini adalah tentang menemukan kepuasan pada saat ini, tidak peduli seberapa tidak sempurnanya hal tersebut.

Ini tidak berarti bahwa kita tidak boleh mengejar tujuan atau berusaha untuk menjadi lebih baik. Sebaliknya, ini adalah tentang tidak melampirkan kebahagiaan kita pada pencapaian eksternal. Sebaliknya, mari kita pelihara rasa damai dan sukacita batin yang tetap mantap apa pun keadaannya. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore