
Penyebab dan cara mengobati kedutan mata (summithealth.com)
JawaPos.com - Kedutan atau kontraksi kelopak mata adalah kejang otot kelopak mata yang berulang dan tidak disengaja.
Kedutan kelopak mata biasanya terjadi dalam periode tak terduga yang berlangsung antara beberapa detik hingga beberapa jam. Kedutan kronis bisa berlangsung selama beberapa hari atau minggu.
Kedutan mata tidak menimbulkan rasa sakit, tidak berbahaya, dan dapat hilang tanpa intervensi medis.
Dalam kasus yang jarang terjadi, kejang kelopak mata mungkin merupakan tanda peringatan awal dari gangguan gerakan kronis, terutama jika gerakan wajah lain atau gerakan tak terkendali menyertai kejang tersebut.
Menurut Healthline yang dikutip oleh JawaPos.com, Jumat (23/8) penyebab dari kedutan mata paling umum diantaranya kelelahan atau kurang tidur, stres atau kecemasan, latihan, konsumsi kafein.
Selain itu kedutan mata juga dipicu karena iritasi mata (ketegangan atau abrasi kornea), mata kering, sklerosis ganda, konsumsi alkohol dan obat-obatan (topiramate, clozapine, flunarizine), pembengkakan lapisan tengah mata Anda (uveitis), radang kelopak mata Anda (blepharitis), penyakit mata merah (konjungtivitis) dan migrain.
Kebanyakan kejang kelopak mata hilang tanpa pengobatan dalam beberapa hari. Jika masalah tersebut tidak kunjung hilang, Anda dapat mencoba menghilangkan atau mengurangi kemungkinan penyebabnya dengan minum lebih sedikit kafein, tidur yang cukup serta meneteskan obat mata yang dijual di apotik atau mengoleskan kompres hangat ke mata Anda saat kejang dimulai.
Jika kedutan mata Anda terus-menerus dan mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, konsultasikan dengan ahli kesehatan. Mereka mungkin meresepkan antibiotik atau merekomendasikan perawatan lain.
Suntik botox digunakan untuk membantu mengobati blepharospasm esensial jinak. Ini mungkin meredakan kejang parah selama beberapa bulan. Namun, ketika efek suntikannya hilang, Anda mungkin memerlukan suntikan lebih lanjut.
Untuk kasus blefarospasme esensial jinak yang lebih parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat beberapa otot dan saraf di kelopak mata (miektomi).
Sebagai informasi kedutan kelopak mata dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis berdasarkan frekuensi, tingkat keparahan, dan penyebab yang mendasarinya.
Pertama, miokimia mengacu pada kejang kelopak mata sporadis yang biasanya mempengaruhi kelopak mata bawah. Hal ini cukup umum terjadi dan jarang merupakan tanda masalah serius.
Mereka biasanya terasa seperti tarikan yang lembut dan ringan. Namun Anda juga bisa sesekali mengalami kejang yang memaksa kelopak mata atas dan bawah menutup. Kontraksi ini mungkin terjadi karena beberapa faktor lingkungan dan umumnya hilang dengan istirahat.
Oleh karena itu, jika kedutan ini terus berlanjut dan mengganggu hidup Anda, konsultasikan dengan ahli kesehatan. Itu mungkin merupakan tanda dari kondisi yang mendasarinya.
Kedua, blefarospasme esensial jinak yakni Kejang kelopak mata yang kronis dan berkelanjutan mungkin mengindikasikan blepharospasm esensial jinak, sejenis gangguan pergerakan (distonia) yang mempengaruhi kedua mata. Wanita lebih mungkin terkena dibandingkan pria.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
