
Potret orang yang merasa tenang.
JawaPos.com - Sebagai manusia seringkali mementingkan rasa senang untuk memuaskan keinginan diri maupun orang lain. Padahal itu belum tentu bisa terbebas dari gangguan mental.
Mengutip dari laman RSUD Mangusada Bandung pada (21/08) memberikan contoh perilaku orang tua yang otoriter dan memaksa anak untuk melakukan keinginannya, lalu anak tersebut terpaksa melakukan agar keluarganya senang.
Dengan pola asuh orang tua yang otoriter, maka seorang anak akan terbiasa melakukan sesuatu hanya demi membuat orang lain senang dan jika itu tidak berhasil akan menjadi sebuah ketakutan.
Dari peristiwa tersebut, kita bisa mendefinisikan bahwa rasa senang itu belum tentu memberikan dampak positif pada mental seseorang. Mereka seringkali sibuk untuk membuat orang lain senang sementara dirinya belum tentu merasakan hal yang sama.
Menurut Psikolog, sebagai manusia yang sadar akan kesehatan mental, kita bisa merasakan rasa senang setelah tenang itu ada, karena pada dasarnya kesenangan itu bersifat sementara.
Jika mendahulukan rasa tenang, dapat mengubah cara berpikir, emosional, kondisi fisik, serta perilaku kita dalam menyadari situasi dan ada upaya untuk memperbaiki keadaan.
Dengan rasa tenang yang menimbulkan kemampuan adaptasi itu, membuat seseorang bertumbuh pada kesehatan mental dan kepribadiannya menjadi lebih tangguh lagi.
Melansir dari laman Psikologi Universitas Medan Area, untuk menimbulkan rasa tenang, kamu perlu berpikir positif, berdoa, cari daerah sunyi, luapkan unek-unek, dan belajar teknik pernapasan agar lebih lega.
Terkadang untuk menciptakan rasa tenang itu, kita butuh menyendiri, pisahkan kehidupan antara pribadi dan pekerjaan. Berhenti sejenak dari aktivitas sehari-hari tidak harus disamakan dengan istirahat untuk tidur atau makan.
Berhenti yang dimaksud adalah kamu harus fokus pada diri sendiri, membatasi aktivitas, serta mematikan handphone, sehingga tidak ada gangguan atau distraksi dari manapun.
Sebetulnya berdiam diri untuk merasa tenang tidak hanya bisa dilakukan di rumah, bisa saja di dalam kereta saat kita melakukan perjalanan atau berdiri sejenak di suatu tempat. Dengan demikian, kita juga dapat lebih objektif dalam melihat dan mencari solusi dari sebuah masalah.
Meskipun itu hal yang sepele, tapi jika dilakukan dalam beberapa menit saja itu sudah menimbulkan rasa tenang dalam diri dan kamu siap untuk melanjutkan aktivitas seperti biasa.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
