Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Agustus 2024 | 03.47 WIB

Agar Anak Tidak Menjadi Korban Bullying, Orang Tua Wajib Membentuk Mental dengan Kuat, Simak 5 Cara Berikut!

lustrasi- Anak dan orang tua (racoolstudio-freepik) - Image

lustrasi- Anak dan orang tua (racoolstudio-freepik)

JawaPos.Com - Dewasa ini, tindak bullying, perundungan dan kekersan semakin kompleks dan terkoneksi.

Selain itu, bullying menjadi kini salah satu isu serius yang sangat serius untuk dihadapi anak-anak di berbagai belahan dunia.

Tidak hanya terjadi di sekolah, bullying nyatanya juga dapat terjadi di lingkungan sosial lainnya seperti di media sosial.

Sebagai orangtua, peran Anda sangat penting dalam membekali anak-anak dengan mental yang kuat agar mereka tidak menjadi korban bullying, serta mampu menghadapi tantangan ini dengan percaya diri.

Namun, bagaimana tepatnya orangtua dapat membentuk ketahanan mental anak agar tidak mudah terpengaruh oleh tindakan bullying?

Membesarkan anak dengan mental yang kuat bukan hanya tentang mengajarkan mereka untuk bertahan, tetapi juga tentang memberikan alat emosional dan psikologis yang mereka butuhkan untuk memahami diri mereka sendiri, membangun harga diri, dan menghadapi situasi sulit dengan cara yang sehat.

Dilansir dari American Psychological Association (APA), inilah beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua, untuk membantu anak-anak menjadi individu yang kuat dan berdaya, sehingga mereka dapat melindungi diri dari dampak bullying 

1. Membangun Kepercayaan Diri Anak

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah anak menjadi korban bullying adalah dengan membangun rasa percaya diri mereka.

Anak-anak yang memiliki kepercayaan diri yang kuat cenderung lebih tahan terhadap perilaku buruk dari orang lain karena mereka tahu nilai diri mereka sendiri.

Sebagai orangtua, Anda bisa memulai dengan memberikan pujian yang jujur dan tulus atas usaha dan pencapaian anak, bukan hanya hasil akhir.

Ajarkan mereka bahwa mereka berharga tidak hanya karena apa yang mereka capai, tetapi juga karena siapa mereka.

2. Mengajarkan Keterampilan Sosial

Anak-anak yang memiliki keterampilan sosial yang baik cenderung lebih mudah menavigasi hubungan dengan teman-temannya dan lebih tangguh ketika menghadapi konflik.

Orangtua dapat membantu anak mengembangkan keterampilan sosial ini dengan mengajarkan mereka cara berkomunikasi secara efektif, bagaimana mengekspresikan perasaan mereka dengan sehat, dan cara menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore