Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Agustus 2024 | 02.08 WIB

5 Kebiasaan Orang yang Tetap Tegar, Bahkan Ketika Iman Mereka Diuji, Salah Satunya Selalu Bersyukur

Ilustrasi orang yang bersyukur meskipun dalam keadaan sulit./(Freepik.com/cookie_studio)

JawaPos.com - Orang beriman memiliki banyak keuntungan dalam hidup. Meskipun benar bahwa ada juga kerugiannya, saya menemukan bahwa keuntungannya lebih besar daripada kerugiannya.

Tetapi mengatakan bahwa ada keuntungan adalah satu hal dan melihatnya dalam tindakan adalah hal yang berbeda.

Untungnya, saya telah melakukan penelitian dan mengidentifikasi lima kebiasaan yang saya dan teman-teman seiman saya miliki, dan kita akan melihat semuanya hari ini. Dikutip dari ideapod, berikut lima kebiasaannya yang bisa ditiru;

Ketika orang dapat menunjukkan rasa syukur, mereka dapat merasa bersyukur atas apa yang mereka miliki, alih-alih merasa iri pada orang lain atau kesal atas apa yang telah hilang dari mereka.

Sebagai contoh, jika anda melihat orang-orang yang selamat dari bencana alam, mereka akan sering mengatakan bahwa meskipun mereka hancur karena kehilangan rumah dan komunitas mereka, mereka bersyukur karena teman dan keluarga mereka aman dan tidak terluka.

Mempraktikkan rasa syukur tidak selalu mudah, tapi saya suka menganggapnya seperti otot. Semakin sering anda berlatih, semakin baik anda menjadi  dan semakin baik anda menjadi, semakin sering Anda merasa bersyukur.

2) Ketahanan

Sebagian besar orang yang saya kenal yang memiliki banyak keyakinan juga mampu menunjukkan ketahanan yang besar.

Tidak peduli apa pun kesulitan yang dihadapi, mereka dapat menyambutnya dengan senyuman di wajah mereka, karena mereka selalu memiliki iman untuk kembali. Hal ini memberi mereka kekuatan batin yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan ketahanan tersebut dari waktu ke waktu.

Hal ini sangat masuk akal, karena ketika kita melihat sejarah agama dan beberapa martir di sepanjang jalan, kita melihat ketangguhan yang sama, sering kali, orang dapat menghindari penyiksaan dan penderitaan hanya dengan beberapa kata, tetapi mereka memilih untuk menghadapi penderitaan tersebut secara langsung dengan hanya iman mereka yang melindungi mereka.

3) Perhatian penuh

Ide di balik perhatian penuh adalah bahwa kita berlatih untuk hidup di saat ini, daripada memikirkan masa lalu atau memikirkan masa depan.

Saya menderita kecemasan dan depresi, dan saya sering mengatakan bahwa depresi saya disebabkan oleh memikirkan masa lalu dan kecemasan saya disebabkan oleh kekhawatiran tentang masa depan. Saya juga menemukan bahwa perhatian penuh membantu saya untuk berdamai dengan keduanya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore