Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Agustus 2024 | 02.12 WIB

Ini Makna Filosofis di Balik Lomba Makan Kerupuk, Dari Makanan Rakyat hingga Simbol Perjuangan Kemerdekaan

KRIUK: Sejumlah anak berpartisipasi dalam lomba makan kerupuk yang diselenggarakan oleh dan untuk kalangan keluarga sendiri di Bekasi. (IMAM HUSEIN/JAWA POS) - Image

KRIUK: Sejumlah anak berpartisipasi dalam lomba makan kerupuk yang diselenggarakan oleh dan untuk kalangan keluarga sendiri di Bekasi. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

JawaPos.com – Saat perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, lomba makan kerupuk menjadi salah satu acara yang paling dinanti. Namun, di balik keseruan lomba ini, tersimpan sejarah dan filosofi yang mendalam yang mencerminkan perjuangan dan kebangkitan bangsa. 

Dikutip dari Antara dan Indonesia Baik, mari kita telaah lebih jauh asal-usul dan makna di balik lomba makan kerupuk yang meriah ini.

Kerupuk adalah makanan pelengkap yang telah dikenal luas di Indonesia sejak zaman kuno. Sebutan "kerupuk" bahkan tercatat dalam naskah Jawa kuno sebelum abad ke-10 Masehi.

Menunjukkan bahwa makanan ini sudah lama menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia.
Pada masa krisis ekonomi tahun 1930–1940-an, kerupuk menjadi salah satu pilihan makanan yang terjangkau bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Harga pangan yang melambung tinggi, membuat kerupuk dengan harga yang relatif murah menjadi alternatif yang penting untuk bertahan hidup.

Di masa peperangan, kerupuk juga menjadi makanan andalan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang berada di lapisan sosial dan ekonomi bawah. Makanan ini seringkali dianggap sebagai simbol ketahanan dan daya tahan masyarakat dalam menghadapi kesulitan.

Kerupuk bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang membantu mereka bertahan dalam masa-masa sulit.

Sejak tahun 1950-an, lomba makan kerupuk muncul sebagai salah satu bentuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Pada masa itu, setelah periode panjang peperangan dan ketidakstabilan politik, perlombaan seperti panjat pinang dan tarik tambang juga diperkenalkan. Itu menjadi cara untuk merayakan kemerdekaan dan menghibur rakyat.

Lomba makan kerupuk menjadi salah satu acara yang sangat populer, menggambarkan suasana gembira dan semangat kebersamaan yang kembali pulih setelah masa-masa sulit.
Perlombaan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam.

Lomba makan kerupuk mengingatkan masyarakat akan masa-masa ketika kerupuk adalah makanan utama yang menyelamatkan banyak orang dari kelaparan.

Dengan cara ini, lomba makan kerupuk menjadi simbol peralihan dari masa kemiskinan dan peperangan menuju masa kemerdekaan dan kesejahteraan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore