Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Agustus 2024 | 01.25 WIB

Sindrom Oversharing: Kenali 6 Kepribadian Seseorang yang Senang Oversharing, Salah Satunya Mentalitas Korban

Ilustrasi seseorang gemar oversharing dengan orang lain. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang gemar oversharing dengan orang lain. (Freepik)

JawaPos.Com - Pernahkah kamu bertemu seseorang yang pertama kali berkenalan atau bisa dibilang tidak terlalu akrab tapi suka menceritakan semua hal tentang hidupnya? Bisa dianggap fenomena ini merupakan oversharing.

Oversharing adalah kegiatan mengungkap informasi pribadi atau detail kehidupan seseorang untuk diceritakan kepada orang lain.

Menurut Psychologs, oversharing identik dengan berbagi yang berlebihan meliputi informasi hubungan seseorang, keuangan, kesehatan atau pikiran dan perasaan yang paling dalam.

Seringkali orang yang oversharing tidak memikirkan dampak yang akan terjadi, sehingga bisa dikatakan hal ini merupakan oversharing sindrom. Seseorang yang secara terus menerus secara sadar memberikan informasi dirinya tanpa ada batasan.

Dilansir dari laman Harley Therapy, sindrom oversharing ternyata tidak hanya dilakukan di dunia nyata namun juga sering kita temui seseorang membagikan cerita kehidupanya di media sosial. Sindrom oversharing ini menunjukan suatu kepribadian tertentu.

6 Kepribadian Seseorang Suka Oversharing

Mentalitas Korban

Seringkali pelaku overshare ini menceritakan cerita sama berulang kali kepada siapapun yang mau mendengarnya untuk mencari validasi dan dukungan secara emosional. Biasanya mereka menceritakan seberapa buruk keadaan mereka.

Kepribadian orang dengan mentalitas korban, ingin empati, perhatian dan rasa kasihan dari orang lain.

Kerap seseorang seperti ini akan kesulitan untuk tumbuh karena enggan untuk menyelesaikan perasaan atau memperbaiki kehidupannya.

Ketergantungan dengan Orang Lain

Ketergantungan terhadap orang lain mengacu pada ketergantungan emosional dan secara pribadi. Seringkali individu seperti ini akan mudah jatuh cinta atau merasa sangat dekat dengan lawan bicaranya.

Intensitas yang berlebihan akan mengakibatkan seseorang mengalami gangguan emosi dan hubungan yang tidak pernah stabil. Memberikan batasan serta membangun kesadaran diri bisa membantumu tidak selalu bergantung dengan orang lain.

Rendah Diri

Seseorang yang suka membicarakan diri sendiri secara terus menerus biasanya identik dengan keinginan untuk diakui, disukai atau diterima. Seseorang dengan harga diri yang rendah kerap kali berbicara untuk diberikan validasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore