Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Agustus 2024 | 17.52 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Mudah Percaya dengan Semua yang Dilihat dari Media Sosial Biasanya Memiliki 7 Sifat Ini

Ilustrasi seseorang yang mudah percaya pada media sosial. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang mudah percaya pada media sosial. (Freepik)

JawaPos.com - Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari kita. 

Mulai dari berita hingga hiburan, platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter telah mengubah cara kita mengonsumsi informasi dan berinteraksi dengan dunia. 
 
Namun, tidak semua yang kita lihat di media sosial selalu benar. Sayangnya, ada orang yang cenderung mempercayai setiap informasi yang mereka temui di platform ini. 
 
Orang-orang seperti ini biasanya memiliki beberapa sifat yang membuat mereka rentan terhadap disinformasi dan manipulasi. 
 
Dilansir dari Hack Spirit pada Rabu (7/8), terdapat tujuh sifat yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang mudah mempercayai semua yang mereka lihat di media sosial.

1. Kecenderungan untuk Mudah Dipengaruhi (Suggestibility)

Orang yang mudah percaya pada informasi di media sosial sering kali memiliki kecenderungan untuk mudah dipengaruhi. 
 
Mereka cenderung menerima informasi tanpa mempertanyakan atau memverifikasi kebenarannya. 
 
Kecenderungan ini membuat mereka menjadi target yang mudah bagi berita palsu, teori konspirasi, dan konten manipulatif lainnya.
 

Kemampuan untuk berpikir kritis sangat penting dalam era informasi digital ini. Orang yang kurang keterampilan berpikir kritis cenderung mengambil informasi secara harfiah tanpa mempertimbangkan sumbernya atau memverifikasi faktanya.
 
Mereka mungkin tidak terbiasa menganalisis, mengevaluasi, dan menyaring informasi dengan cara yang objektif, sehingga membuat mereka mudah percaya pada apa pun yang mereka lihat di media sosial.

3. Kebutuhan akan Validasi Sosial

Banyak orang mencari validasi sosial melalui media sosial. Orang yang sangat membutuhkan validasi sosial sering kali lebih cenderung mempercayai dan berbagi informasi yang mendukung pandangan mereka atau yang mereka yakini akan mendapatkan banyak 'like' dan 'share'. 
 
Mereka cenderung mempercayai informasi yang membuat mereka merasa diterima dan diakui oleh kelompok sosial mereka, tanpa mempertimbangkan kebenarannya.
 

Orang yang cenderung menghindari konflik mungkin lebih mudah mempercayai informasi di media sosial karena mereka tidak ingin berdebat atau memeriksa keabsahan informasi tersebut. 
 
Mereka mungkin lebih suka menerima informasi apa adanya daripada menghadapi ketidaknyamanan yang mungkin timbul dari mempertanyakan atau menantang informasi tersebut.

5. Kurangnya Pengetahuan dan Literasi Digital

Literasi digital adalah kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif di internet. 
 
Orang yang kurang literasi digital mungkin tidak tahu cara memverifikasi sumber informasi atau mengenali tanda-tanda berita palsu. 
 
Kurangnya pengetahuan tentang cara kerja algoritma media sosial juga bisa membuat mereka lebih rentan terhadap disinformasi.
 

Beberapa orang cenderung mempercayai informasi yang datang dari figur otoritas atau sumber yang mereka anggap kredibel tanpa mempertanyakan.
 
Di media sosial, figur otoritas bisa berarti influencer, selebriti, atau bahkan teman dan keluarga. 
 
Jika seseorang yang mereka percayai membagikan informasi, mereka cenderung mempercayainya tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.

7. Rasa Keingintahuan yang Tinggi Tanpa Disertai Verifikasi

Keingintahuan adalah sifat alami manusia, namun rasa keingintahuan yang tinggi tanpa disertai dengan upaya verifikasi bisa menjadi masalah. 
 
Orang yang selalu ingin tahu tentang segala sesuatu yang mereka lihat di media sosial, tetapi tidak meluangkan waktu untuk memverifikasi informasi tersebut, cenderung lebih mudah percaya pada disinformasi. 
 
Mereka mungkin merasa bahwa dengan mengetahui banyak hal, mereka lebih 'terhubung' dengan dunia, meskipun informasi tersebut tidak selalu benar.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore