Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 02.37 WIB

Ciri-ciri Orang yang Lebih Suka Membaca daripada Bersosialisasi, Dikenal Punya 7 Kepribadian Unik Seperti Berikut Ini

Ilustrasi membaca buku. (Freepik)

JawaPos.com - Data UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah dan memprihatinkan. Tercatat hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Fakta kedua, 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget, atau urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. 

Artinya dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Ironisnya, meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. 

Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia. Juara deh. Jakarta lah kota paling cerewet di dunia maya karena sepanjang hari, aktivitas kicauan dari akun Twitter yang berdomisili di ibu kota Indonesia ini paling padat melebihi Tokyo dan New York. Laporan ini berdasarkan hasil riset Semiocast, sebuah lembaga independen di Paris.

Diketahui, bagi beberapa orang, membaca lebih dari sekadar hobi; itu adalah cara hidup. Mereka yang lebih suka menghabiskan waktu dengan buku daripada bersosialisasi dengan orang lain biasanya menampilkan ciri-ciri unik yang membedakan mereka dari yang lain. 

Dilansir dari Hack Spirit pada Rabu (24/7), terdapat delapan ciri yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang lebih suka membaca ketimbang bersosialisasi.

1. Punya Kecerdasan Emosional yang Tinggi

Orang yang gemar membaca seringkali memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Melalui berbagai karakter dan situasi dalam buku, mereka belajar mengenali dan memahami emosi, baik milik mereka sendiri maupun orang lain.

Ini membantu mereka menjadi lebih empatik dan mampu menghadapi situasi sosial dengan lebih baik, meskipun mereka tidak selalu memilih untuk terlibat langsung.

2. Kemampuan Analisis yang Kuat

Membaca, terutama fiksi dan non-fiksi yang kompleks, memerlukan kemampuan analisis yang baik. 

Mereka yang sering membaca cenderung memiliki kemampuan untuk memproses informasi secara mendalam, mengidentifikasi pola, dan membuat koneksi antara berbagai konsep. Ini membuat mereka menjadi pemecah masalah yang handal dalam kehidupan sehari-hari.

3. Kemandirian yang Tinggi

Mereka yang lebih suka membaca sendiri biasanya sangat mandiri. Mereka tidak merasa perlu bergantung pada orang lain untuk hiburan atau dukungan emosional. 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore