
Ilustrasi orang yang terlalu dimanja saat masih kecil (Freepik/lookstudio)
JawaPos.com - Ada perbedaan yang mencolok antara anak-anak yang tumbuh dengan disiplin dan mereka yang terlalu dimanja. Ketimpangan ini sering terlihat di masa dewasa.
Anak-anak yang terlalu dimanja akan menampilkan ciri-ciri kepribadian yang berbeda.
Dimanja secara berlebihan mungkin tampak tidak berbahaya di masa kanak-kanak, tetapi hal ini dapat membentuk perilaku seseorang saat dewasa.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Rabu (24/7), delapan ciri kepribadian umum yang sering ditemukan pada orang dewasa yang terlalu dimanja saat masih anak-anak.
1. Memiliki rasa berhak
Salah satu sifat yang paling mencolok pada orang dewasa yang terlalu dimanja saat kecil adalah rasa berhak.
Hak istimewa, secara sederhana, adalah keyakinan bahwa seseorang pada hakikatnya berhak mendapatkan hak istimewa atau perlakuan khusus.
Tumbuh besar dengan segala kemewahan seringkali berarti orang-orang ini tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan imbalan. Hal ini dapat diartikan sebagai harapan akan perlakuan serupa di masa dewasa.
2. Kesulitan menerima penolakan
Ciri umum lainnya di antara mereka yang terlalu dimanja saat masih anak-anak adalah ketidakmampuan menghadapi penolakan.
Ini bukan tentang menyalahkan, melainkan tentang memahami bagaimana pengalaman masa kecil dapat membentuk perilaku dan respons kita sebagai orang dewasa.
3. Kurangnya empati
Saat seseorang tumbuh besar dengan mendapatkan semua yang diinginkannya tanpa mempertimbangkan kebutuhan orang lain, mereka mungkin kesulitan mengembangkan rasa empati yang kuat.
Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam menjalin hubungan yang bermakna saat mereka menginjak dewasa dan merupakan sifat lain pada orang dewasa yang dimanjakan sejak kanak-kanak.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
