Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juli 2024 | 13.11 WIB

Bukan Tentang Cinta, Inilah Perasaan Para Perempuan Perebut Suami Orang yang Diduga Mengidap Fortunata Syndrome

Ilustrasi wanita perebut suami orang. - Image

Ilustrasi wanita perebut suami orang.

JawaPos.com - Perempuan perebut suami orang atau lebih dikenal dengan istilah pelakor sangat marak akhir-akhir ini.

Alasan para perempuan perebut suami orang ini sangat beragam, mulai karena sudah terlanjur cinta, nyaman, atau merasa cocok meski masing-masing sudah memiliki pasangan.

Tentunya perempuan seperti itu banyak dikecam karena mereka telah merebut kebahagiaan orang lain secara sengaja.

Dari kejadian tersebut, banyak orang yang menjadi korban diantaranya istri sah, anak-anak, hingga keluarga besarnya.

Hal yang selalu dipikirkan adalah dari sudut pandang perempuan yang tertarik dengan suami orang hingga merebut dari istri sahnya.

Dilansir dari laman Artikel School of Parenting, perempuan perebut suami orang disebut mengidap fortunata syndrome.

Fortunata syndrome ini bukanlah istilah klinis yang resmi ada dalam dunia psikologi, tapi kondisi tidak biasa ini muncul pada diri perempuan.

Fortunata syndrome merupakan suatu pola perilaku perempuan yang tertarik dan punya ketergantungan pada lelaki yang punya pasangan atau sudah menikah.

Kondisi ini bukanlah tentang cinta melainkan obsesi yang berakar dalam dirinya. Perempuan seperti itu akan sering merayu lelaki yang sudah menikah.

Tujuannya adalah untuk merasa berdaya karena mereka mampu memutuskan lelaki dari pasangannya.

Ciri dari fortunata syndrome ini meliputi perasaan cinta yang sangat kuat, siap melakukan apa saja, merasa hak untuk memiliki lelaki beristri, serta berfantasi punya masa depan dengannya.

Selain itu ada 2 hal yang menyebabkan perempuan mengidap fortunata syndrome, diantaranya :

1. Electra Complex

Electra complex ini berasal dari cinta segitiga yang sering terjadi di usia muda. Anak yang kehilangan sosok ayahnya dan merasa bahwa ibu adalah saingan.

Ketika beranjak dewasa, ia menciptakan sosok ayah dan ibu sendiri. Sehingga konflik harapan dan keinginan yang mereka miliki dari seorang anak terhadap orang tua terbawa saat berhubungan dengan pasangan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore