
Ilustrasi anak yang memiliki kecerdasan kinestetik.
JawaPos.com - Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, begitupun dengan anak-anak. Setiap anak bisa saja unggul dalam bidang tertentu yang berbeda dengan anak yang lain, bahkan dalam berbagai bidang.
Konsep kecerdasan ini disebut dengan multiple intelligence atau kecerdasan majemuk. Salah satu dari kecerdasan majemuk yaitu kecerdasan kinestetik.
Nah, berdasarkan yang dilansir dari Hello Sehat, Selasa (16/7) menyebutkan bahwa kecerdasan kinestetik adalah kemampuan memproses informasi secara fisik, misalnya lewat gerakan tubuh, ekspresi wajah, atau gerakan tangan dan kaki.
Anak dengan kecerdasan kinestetik memiliki kemampuan bergerak lebih baik daripada yang lain. Ia akan lebih merasa nyaman menjelajahi, memanjat, dan berlari daripada duduk membaca buku yang dilakukan dengan hanya berdiam.
Kecerdasan kinestetik berkaitan dengan aktivitas fisik, seperti olahraga atau menari. Hal ini juga ada hubungannya dengan kemampuan untuk mengaktifkan seluruh anggota gerak tubuh seperti jari, lengan dan tangan untuk berkreasi pada kegiatan sehari-hari.
Berdasarkan yang dilansir dari Alodokter, Selasa (16/7) menyebutkan bahwa jika anak memiliki kecerdasan kinestetik, biasanya akan memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Menyukai Aktivitas Fisik
Aktif bergerak tidak saja badan, namun mulut, tangan, kakinya juga aktif seperti tidak pernah kehabisan energi untuk bergerak. Anak dengan ciri ini lebih menyukai pengalaman belajar langsung melalui praktikum yang melibatkan aktivitas fisik.
2. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi dan Mudah Memahami
Jika rasa ingin tahunya lebih tinggi terhadap hal-hal baru yang ia lihat atau dengar, mudah menyerap informasi baru jika pelajarannya disertai gerakan, dan merasa kesulitan memahami hal yang hanya dijelaskan melalui verbal, besar kemungkinan ia memiliki kecerdasan kinestetik.
3. Tidak Suka Berdiam Diri
Saking aktifnya, anak dengan kecerdasan kinestetik lebih menyukai hal-hal yang membuatnya bergerak daripada harus berdiam diri. Memiliki rasa ingin tahu dan senang menjelajahi lingkungan sekitar.
4. Mudah Bosan
Merasa gelisah jika berada dalam lingkungan yang kurang interaktif. Dalam bermain pun ia akan cepat merasa bosan hanya dengan satu jenis mainan. Bahkan dalam belajar pun anak dengan kecerdasan ini tidak mau mengulang pelajaran yang sudah pernah dipelajari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022