ilustrasi maladaptive daydreaming atau seseorang sedang melamun. (freepik.com)
JawaPos.com—Kamu pasti pernah menghabiskan sedikit atau bahkan banyak waktu untuk melamun. Sekedar mengingat pengalaman di masa lalu, memikirkan masa depan, atau mungkin mengkhayalkan situasi kehidupan yang lebih baik.
Melamun dan mengkhayalkan situasi kehidupan lain, terkadang menjadi pelarian karena lelah dan jenuh dengan kehidupan nyata yang kita jalani. Dari waktu ke waktu, kita seringkali tersesat dalam pikiran kita sendiri.
Melamun dalam batas wajar merupakan hal yang biasa dilakukan. Namun kita perlu berhati-hati ketika lamunan serta khayalan tersebut sudah mempengaruhi kehidupan kita di dunia nyata.
Mengenal Maladaptive Daydreaming
Mengutip dari website Health Harvard, maladaptive daydreaming atau lamunan maladaptif merupakan kondisi ketika seseorang melamun dalam waktu yang lama untuk mengatasi suatu masalah. Lamunan tersebut biasanya menimbulkan banyak emosi, sehingga dapat mempengaruhi kemampuan kita untuk fokus dengan hubungan dan kewajiban di dunia nyata.
Berbeda dengan lamunan biasa, lamunan maladaptif bersifat delusi dengan fantasi yang terstruktur. Lamunan yang bersifat delusi ini biasanya memiliki latar, plot cerita, hingga karakter yang kompleks.
Tidak jarang, lamunan tersebut berlangsung sangat intens sehingga bisa mengalihkan perhatian kita dari pekerjaan atau tugas sehari-hari. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat kita menarik diri dari lingkungan sekitar dan menghindari interaksi sosial.
Hal tersebut dikarenakan begitu kompleksnya skenario yang kita buat dalam lamunan kita. Skenario tersebut kemungkinan besar lebih baik dari kenyataan yang kita jalani, sehingga membuat kita kecanduan untuk terus melamun dan berkhayal.
Tanda-tanda Maladaptive Daydreaming
Tanda-tanda seseorang dengan maladaptive daydreaming sebenarnya tergantung pada lamunan itu sendiri, serta bagaimana lamunan tersebut memengaruhi seseorang. Namun, melansir dari healthline.com, orang dengan lamunan maladaptif kemungkinan mengalami satu atau beberapa hal berikut ini:
Dikutip dari health.harvard, orang yang mengalami lamunan maladaptif tidak bingung membedakan apa yang dibayangkan dengan kenyataan. Namun, gejalanya sering kali sulit dikontrol hingga menyebabkan tekanan emosional yang signifikan dan berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.
Penyebab Maladaptive Daydreaming

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
