
Ilustrasi: Wanita Impulsif..(Health Shots)
JawaPos.com - Semua tindakan pasti ada reaksinya, namun terkadang kita melakukannya secara impulsif atau bertindak atas sesuatu tanpa memikirkannya matang-matang.
Misalnya, kita mungkin bereaksi terhadap sesuatu secara bersamaan, seperti mengatakan sesuatu kepada seseorang, atau bertindak impulsif seperti terlalu memanjakan diri dalam hal-hal seperti berbelanja atau makan.
Dilansir dari Health Shots, Selasa (25/6), International Journal of High-Risk Behaviors and Addiction mendefinisikan impulsif sebagai respons terburu-buru, bertindak secara mendadak, tidak fokus pada tugas yang ada, dan tidak memiliki perencanaan yang tepat.
Gejala perilaku impulsif dapat bervariasi, namun biasanya mereka terlibat dalam tindakan tanpa mempertimbangkan potensi hasil negative, ketidakstabilan emosi, seperti ledakan kemarahan atau frustrasi yang tiba-tiba.
Apakah perilaku impulsif merupakan suatu kelainan?
Meskipun perilaku impulsif itu sendiri tidak diklasifikasikan sebagai gangguan yang berdiri sendiri, hal ini merupakan gejala yang signifikan dalam berbagai kondisi kejiwaan dan perilaku, kata The American Journal of Psychiatry.
Gangguan yang menonjolkan impulsif adalah Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD), Borderline Personality Disorder (BPD), dan Impulse Control Disorders (ICDs) seperti Intermittent Explosive Disorder dan Kleptomania.
Impulsif dalam konteks ini seringkali bersifat patologis dan berkontribusi terhadap penderitaan dan gangguan fungsional yang terkait dengan kondisi ini.
Faktor yang menyebabkan perilaku impulsif
1. Faktor Genetik
Riwayat keluarga yang impulsif atau gangguan terkait seperti ADHD dan gangguan mood dapat mempengaruhi individu untuk berperilaku impulsif.
2. Faktor Neurobiologis
Beberapa kelainan di bagian otak, seperti korteks prefrontal dan sistem limbik, yang bertanggung jawab atas tindakan dan pengaturan emosi kita, dapat berkontribusi terhadap impulsif.
3. Faktor Psikologis
Harga diri yang rendah, tingkat stres atau kecemasan tinggi, dan mekanisme penanggulangan buruk dapat meningkatkan kemungkinan tindakan impulsif karena individu mungkin bertindak untuk mengelola atau melepaskan diri dari keadaan emosinya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
