
Ilustrasi generasi stroberi.
JawaPos.com - Asal mula istilah "generasi stroberi" berasal dari Taiwan, merujuk kepada sebagian generasi baru yang dianggap lemah seperti buah stroberi. Buah ini dipilih sebagai simbol karena keindahannya serta keeksotisannya, namun mudah hancur jika terkena tekanan atau sentuhan.
Seiring waktu berlalu, muncul banyak perdebatan mengenai penentuan tahun kelahiran yang tepat untuk istilah ini. Banyak yang berpendapat bahwa istilah "generasi stroberi" seharusnya lebih cocok digunakan untuk orang-orang yang menunjukkan perilaku mirip dengan buah stroberi.
Faktanya, ada beberapa karakteristik khusus yang menentukan apakah seseorang termasuk dalam kelompok ini. Umumnya, hal tersebut tercermin dalam perilaku sosial dan profesional mereka. Berikut beberapa karakteristik generasi stroberi:
Menyukai Tantangan
Generasi ini cenderung tidak menyukai hal yang monoton atau membosankan. Mereka lebih tertarik kepada hal baru yang lebih menantang. Hal ini dinilai cukup baik karena bisa membantu karir mereka di masa yang akan datang.
Berani Berpendapat
Mereka tidak ragu untuk menyuarakan perasaan mereka atau ide-ide brilian yang mereka miliki. Hal ini tentu sangat mendukung kemajuan bisnis atau perusahaan.
Memiliki Pengetahuan Teknologi yang Baik
Generasi stroberi cenderung memiliki pemahaman yang mendalam dalam teknologi. Kemampuan mereka untuk dengan cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman membantu memajukan berbagai aspek kehidupan.
Bekerja Bukan hanya Karena Uang
Generasi ini memiliki cara pandang yang berbeda terkait bekerja. Bagi mereka, bekerja tidak hanya soal uang tapi juga pengembangan minat dan bakat (passion). Hal ini juga menjadi salah satu sebab mengapa generasi yang satu ini punya segudang kreativitas.
----------
Di balik ketangguhan dan segudang kreatifitas yang dimiliki oleh generasi stroberi, terdapat karakteristik yang menjadi kelemahan dari generasi ini, di antaranya:
Kurang Memiliki Tanggung Jawab
Generasi ini sering enggan bertanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan dengan sadar. Terkadang, banyak dari mereka yang cenderung menyalahkan orang lain atas kesalahan yang terjadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
