Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juni 2024 | 03.56 WIB

10 Cara untuk Memperbaiki Hubungan yang Gagal, Menurut Psikologi

ilustrasi pasangan yang mencoba memperbaiki hubungan yang gagal/ Sumber foto: Freepik


JawaPos.com - Hubungan yang mengalami kesulitan sering kali bisa diselamatkan dengan usaha dan pendekatan yang tepat. 

 
Perlu dilakukan usaha kerja keras yang dilakukan oleh kedua pihak, dan tidak boleh hanya satu pihak saja yang mati-matian.
 
Dilansir dari Ideapod pada Selasa (18/6), terdapat 10 cara yang didukung oleh prinsip-prinsip psikologi untuk memperkuat hubungan yang gagal:
 

Komunikasi adalah kunci utama dalam setiap hubungan. Menurut psikolog Dr. John Gottman, pasangan yang sukses adalah mereka yang bisa berkomunikasi secara efektif. 
 
Ini melibatkan mendengarkan dengan penuh perhatian, berbicara dengan jujur, dan mengungkapkan perasaan tanpa takut dihakimi. 
 
Membangun komunikasi yang terbuka membantu mengurangi kesalahpahaman dan memperkuat ikatan emosional.

2. Mengembangkan Empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh pasangan. 
 
Menurut penelitian dari Dr. Brene Brown, empati adalah komponen penting dalam hubungan yang sehat. 
 
Dengan berusaha memahami perspektif pasangan dan menunjukkan empati, kita bisa menciptakan koneksi yang lebih dalam dan memperkuat rasa saling pengertian.
 

Konflik adalah bagian alami dari setiap hubungan. Dr. Gottman mengidentifikasi bahwa cara pasangan menangani konflik lebih penting daripada seberapa sering mereka bertengkar. 
 
Fokus pada penyelesaian masalah dengan pendekatan yang konstruktif, menghindari serangan pribadi, dan mencari solusi yang saling menguntungkan adalah cara-cara efektif untuk mengatasi konflik.

4. Menghargai Pasangan

Rasa saling menghargai adalah fondasi dari hubungan yang kuat. Menghargai pasangan berarti mengakui kontribusi dan kualitas positif mereka. 
 
Menurut psikolog positif, Dr. Martin Seligman, penghargaan yang tulus dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan dalam hubungan.

5. Waktu Berkualitas Bersama

Menghabiskan waktu berkualitas bersama membantu memperkuat ikatan emosional. 
 
Aktivitas bersama seperti makan malam, liburan, atau sekadar berjalan-jalan dapat memperkuat hubungan. 
 
Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang secara rutin menghabiskan waktu bersama memiliki hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

6. Menjaga Keintiman Fisik

Keintiman fisik adalah aspek penting dalam hubungan yang sehat. Menurut Dr. Sue Johnson, seorang pakar terapi pasangan, keintiman fisik membantu menciptakan ikatan emosional yang kuat. 
 
Memperhatikan kebutuhan fisik pasangan dan menjaga keintiman bisa menjadi salah satu cara untuk memperbaiki hubungan yang goyah.

7. Membangun Kepercayaan

Kepercayaan adalah elemen esensial dalam setiap hubungan. Membangun kepercayaan memerlukan waktu dan konsistensi. 
 
Dr. John Gottman menekankan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam membangun kepercayaan. 
 
Menghindari kebohongan dan terbuka tentang perasaan serta tindakan dapat membantu memperkuat rasa saling percaya.

8. Memaafkan Kesalahan

Kesalahan dan kekecewaan adalah bagian dari setiap hubungan. Kemampuan untuk memaafkan adalah kunci untuk melanjutkan hubungan yang sehat. 
 
Menurut Dr. Everett Worthington, memaafkan tidak hanya membantu hubungan tetapi juga baik untuk kesehatan mental dan fisik individu. 
 
Memaafkan berarti melepaskan rasa sakit masa lalu dan berfokus pada masa depan yang lebih baik.

9. Bekerja Sama dalam Mencapai Tujuan Bersama

Mempunyai tujuan bersama dapat memberikan arah dan tujuan dalam hubungan. 
 
Pasangan yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama cenderung memiliki hubungan yang lebih kuat. 
 
Menurut teori psikologi, memiliki visi dan tujuan yang sama membantu pasangan merasa lebih terhubung dan termotivasi untuk bekerja sama.

10. Mencari Bantuan Profesional

Terkadang, masalah dalam hubungan mungkin memerlukan bantuan dari luar. 
 
Terapi pasangan adalah salah satu cara yang efektif untuk memperbaiki hubungan. 
 
Seorang terapis yang berpengalaman dapat membantu pasangan mengidentifikasi masalah, mengembangkan strategi untuk mengatasi konflik, dan memperkuat komunikasi.
 
Dr. Sue Johnson mengembangkan terapi berfokus emosional (Emotionally Focused Therapy) yang telah terbukti efektif dalam membantu pasangan memperkuat hubungan mereka.
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore