
Ilustrasi kitab Primbon Jawa. (Freepik)
JawaPos.com - Menurut primbon Jawa, tradisi dan kepercayaan lokal sering kali mempengaruhi tata cara hidup dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu contoh yang menarik adalah larangan pernikahan antara anak pertama dan anak ketiga. Dalam budaya Jawa, larangan ini dianggap sebagai suatu kebijaksanaan yang diwariskan dari nenek moyang.
Menurut primbon Jawa, terdapat beberapa alasan utama yang menjadi dasar dari larangan tersebut, dan dipercayai memiliki implikasi besar terhadap keberlangsungan sebuah pernikahan.
Dilansir dari kanal YouTube Java Ethnic pada Senin (10/6), inilah 4 alasan mengapa anak pertama dan anak ketiga dilarang menikah, menurut primbon Jawa.
1. Konflik Karakter
Anak pertama sering kali memegang peran sebagai sosok yang bertanggung jawab, dewasa, dan menjadi panutan bagi adik-adiknya.
Mereka cenderung memiliki sifat yang suka mengatur dan memiliki kebutuhan untuk mengendalikan segala situasi di sekitarnya.
Di sisi lain, anak ketiga sering kali dilihat sebagai individu yang lebih manja, sering ingin dilayani, dan sulit untuk diatur. Apabila anak pertama menikah dengan anak ketiga, ini dinilai tidak baik menurut primbon jawa.
Kombinasi karakteristik ini dapat menyebabkan ketegangan dan konflik dalam hubungan pernikahan, karena sulit bagi keduanya untuk menemukan keseimbangan yang harmonis.
2. Kesusahan Ekonomi
Primbon Jawa memprediksi bahwa pernikahan antara anak pertama dan anak ketiga akan menghadapi tantangan finansial.
Anak pertama memiliki kecenderungan untuk mengendalikan pengeluaran, sedangkan anak ketiga kurang terbiasa dengan pengelolaan keuangan yang bijaksana.
Hal ini dapat mengarah pada ketegangan finansial dalam rumah tangga, bahkan bagi mereka yang memiliki profesi yang mapan.
Kesulitan ekonomi ini bisa menjadi penyebab stres tambahan hingga meninbulkan terjadinya konflik-konflik yang tidak diinginkan dalam pernikahan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
