Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Mei 2024 | 18.23 WIB

Apa Itu Maladaptive Perfectionism? Kenali Bahaya Terlalu Mengejar Kesempurnaan Mulai dari Ciri-ciri, Dampak, dan Cara Mencegah

Ilustrasi  maladaptive perfectionism. /Sumber foto : Pexels/Andrea Piacquadio - Image

Ilustrasi maladaptive perfectionism. /Sumber foto : Pexels/Andrea Piacquadio

JawaPos.com – Berdasarkan konteks tertentu, perfeksionis adalah sesuatu yang sangat baik dalam diri seseorang.

Hal ini dikarenakan perfeksionis dikaitkan dengan harapan, cita-cita dan standar dari sesuatu yang lebih baik.

Namun seiring berkembangnya pemikiran, sikap yang lebih sehat dari perfeksionis kemudian disebut sebagai adaptive perfectionism.

Pasalnya, berdasarkan kasus tertentu perfeksionis secara berlebihan kini dinilai sebagai hal yang tidak baik bagi diri.

Terlalu mengejar kesempurnaan, melampaui batas-batas, justru menyiksa diri sendiri dan mengganggu pikiran. Sikap ini kerap disebut maladaptive perfectionism.

Dilansir dari ameliorpartners.commaladaptive perfectionism ini sendiri merupakan jenis dari wujud perfeksionis yang ditandai dengan penetapan standar yang terlalu tinggi dan terlalu kritis terhadap diri sendiri.

Ketika standar tersebut tak terpenuhi, walhasil implikasinya adalah kecemasan, depresi, bahkan gangguan fungsi.

Maladaptive perfectionism menjadi buruk karena ia menetapkan standar yang tidak realistis dan tidak dapat dicapai bagi diri mereka sendiri.

Sehingga ia akan menyahkan dirinya ketika tak mencapai tujuan yang tak realitis tersebut.

Berbeda dengan adaptive perfectionism yang lebih mampu menjaga keseimbangan yang sehat antara upaya pencapaian dan menyadari kapan pekerjaan mereka cukup baik.

 Dampak

Selain beberapa gangguan psikologis sebagai dampak maladaptive perfectionism sebagaimana yang disebut di atas, beberapa bahaya lain juga ditemukan seperti dorongan bunuh diri.

Dinukil dari medicalnewstoday.com, disebutkan melalui beberapa penelitian menemukan bahwa separuh orang yang bunuh diri digambarkan oleh orang yang mereka cintai sebagai orang yang “perfeksionis”.

Studi lain menemukan bahwa lebih dari 70 persen anak muda yang meninggal karena bunuh diri mempunyai kebiasaan menciptakan ekspektasi yang “terlalu tinggi” terhadap diri mereka sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore