Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Mei 2024 | 18.46 WIB

Mulai dari Realitas Kehidupan sampai Masalah Waktu, Ini 7 Faktor Psikologis Cinta Bisa Memudar!

7 Faktor Psikologis Cinta Bisa Memudar (freepik)


JawaPos.com - Perasaan cinta terhadap lawan jenis merupakan sebuah fitrah manusia, namun ada berbagai faktor psikologis yang menyebabkan cinta bisa memudar.

Rasa cinta kepada orang yang dicintai dapat hilang bahkan tanpa bekas sekalipun, baik seseorang yang berpacaran maupun sudah menikah.

Menurut data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), angka perceraian di Indonesia menempati urutan pertama di Asia Pasifik, jumlahnya meningkat 15-20 persen dari tahun 2010-2015.

Ya, salah satu pemicu tingginya angka perceraian di Indonesia, bisa dikatakan dari rasa cinta yang sudah mulai memudar.

Meski demikiab, tentu bukan tanpa hanya saru alasan dan faktor tersebut, dilansir JawaPos.com dari Hellosehat.com dan tanyapsikolog.com, terdapat 7 faktor psikologis cinta seseorang kepada pasangan bisa memudar.


1. Realitas Kehidupan


Realitas kehidupan yang begitu sibuk sangat mempengaruhi kehidupan cinta, faktanya banyak pasangan yang tidak bisa membagi waktunya dengan baik.

Karena terlalu sibuk, banyak yang merasa bahwa mereka tidak memiliki pasangan untuk berbagi cerita bagi orang terdekatnya.

Terlebih untuk pasangan yang sudah menikah, pasangan yang tidak dapat membagi waktu dapat muncul psikologis rasa tidak percaya diri.

Celakanya rasa tidak percaya diri inilah yang akan menimbulkan pikiran negatif antara satu dengan yang lainnya.

Dengan begitu, rasa cinta kepada pasangan akan hilang secara perlahan.

2. Komunikasi yang Buruk


Komunikasi yang buruk menjadi masalah utama bagi sebagian pasangan dalam kehidupan cinta.

Menurut ahli psikologi Will Meek, komunikasi adalah hal yang paling penting tentang bagaimana Anda membagi apa yang sedang Anda pikirkan dan bagaimana Anda memahami perasaan orang lain.

Komunikasi tidak hanya soal bertemu secara langsung, namun soal bagaimana seseorang mau mendengarkan pikiran dan perasaan pasangannya,

Jika komunikasi yang dilakukan buruk, maka pasangan tidak bisa memahami pikiran dan perasaan masing-masing, sehingga membuat cinta akan memudar.

Baca Juga: 8 Pertanyaan Wajib untuk Calon Suami dan Istri Sebelum Menikah, Biar Makin Yakin sama Pasangan!

3. Perubahan dalam Diri Pasangan


Tanda-tanda perubahan dalam diri pasangan bisa menjadi faktor yang meredupkan cinta Anda. Pada awalnya, cinta membuat kita melihat semua sisi baik dari pasangan.

Namun, ketika kita mulai menyadari kelemahan mereka, cinta akan sangat diuji.

Kadang-kadang, kita cenderung fokus pada hal-hal yang tidak kita sukai dari pasangan, dan ini bisa mengganggu dinamika hubungan pasangan.

Sebab setiap pasangan memiliki cara berbeda dalam menangani masalah hubungan. Jika pasangan yang sudah menikah, hilangnya rasa cinta bisa sangat mempengaruhi kehidupan pernikahan.

Sehingga penting bagi Anda dan pasangan untuk menyelesaikan masalah ini bersama atau mencari bantuan dari profesional yang tepat.

4. Waktu


Seiring berjalannya waktu, waktu dapat memengaruhi perubahan dalam intensitas cinta dalam hubungan.

Menurut Lisa Firestone, seorang ahli psikoterapi, meskipun cinta mungkin tidak benar-benar hilang dari kehidupan asmara Anda, namun intensitasnya bisa berubah seiring waktu.

Ketika Anda pertama kali bertemu, cinta bisa sangat intens, tetapi seiring berjalannya waktu, perasaan ini bisa bertambah atau berkurang, bahkan sampai pada titik di mana cinta terhadap pasangan mulai memudar.

Baca Juga: 5 Tanda Anda Seorang Sapiosexual yang Tertarik pada Kecerdasan, Temukan Gairah Intelektual dengan Pasangan Cerdas!
5. Kehilangan Daya Tarik Fisik


Psikolog Anindya Jati Andri yang dikutip dari tanyapsikolog.com menngatakan, hilangnya daya tarik fisik terhadap pasangan dapat memengaruhi cinta seseorang.

Melihat pasangan sebagai individu yang mandiri dan menarik membantu kita mempertahankan daya tarik dan keintiman dalam hubungan.

Dengan begitu, seseorang dapat memelihara tingkat kebahagiaan dan kasih sayang dalam hubungannya.

6. Menyimpan Dendam

menyimpan kemarahan atau dendam dalam diri hanya akan merusak hubungan. Mengatasi masalah secara terbuka dan matang adalah kunci untuk menjaga keterbukaan dan cinta dalam hubungan.

Oleh karena itu, Komunikasi yang jujur bisa sulit, tetapi memungkinkan untuk benar-benar memahami pasangan masing-masing daripada melihat mereka dengan sisi negatif.

7. Tidak Berbagi Aktivitas Bersama

Ketika suatu pasangan jatuh ke dalam rutinitas, seseorang sering menolak pengalaman baru dan tidak ingin berbagi aktivitas bersama dan skeptis.

Sehingga penting agar pasangan tetap memperhatikan minat dan keinginan pasangan masing-masing serta terlibat dalam aktivitas yang dapat dinikmati bersama.

Meluangkan waktu untuk memperdalam hubungan dan melakukan hal-hal yang dianggap sebagai tindakan cinta bisa membantu membangkitkan kembali kedekatan.***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore