Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Mei 2024 | 23.20 WIB

Jangan Diabaikan! Pahami 8 Tanda Kesepian Ini, Bisa Berbahaya untuk Kesehatan Fisik dan Jiwa

Jangan Diabaikan! Pahami 8 Tanda Kesepian Ini, Bisa Berbahaya untuk Kesehatan Fisik dan Jiwa. (Sumber gambar: freepik)

 
JawaPos.com - Kesepian seringkali disalahartikan sebagai perasaan sedih atau kesendirian. 
 
Namun, pada kenyataannya, kesepian merupakan kondisi yang lebih kompleks dengan dampak yang signifikan pada kesehatan fisik dan jiwa.
 
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami kesepian, karena gejalanya bisa sangat halus dan tidak terduga. 
 
 
Berdasarkan laman Everyday Health pada Senin (06/05), berikut ini beberapa gejala kesepian yang perlu diwaspadai.
 
1. Berharap memiliki lebih banyak teman
 
Beberapa peneliti mengatakan bahwa 'mengharap' adalah kunci untuk mengidentifikasi kesepian. 
 
Orang mengalami kesepian ketika jaringan sosial mereka tidak memenuhi harapan mereka.
 
 
Harapan ini terjadi ketika seseorang telah memiliki beberapa teman namun masih menginginkan adanya lebih banyak kehadiran teman baru.
 
2. Merasa tidak ada seorangpun yang memahami
 
Saat merasa kesepian, ada kalanya seseorang mengalami perasaan yang tidak selaras dengan kehadiran orang-orang di sekitar.
 
Seiring waktu, seseorang mungkin menyadari bahwa mengalami kesulitan untuk terhubung dengan orang lain. 
 
 
Pada dasarnya, orang tersebutlah yang tidak dapat dipahami oleh orang lain disekitarnya.
 
Orang-orang yang mengatakan bahwa mereka merasa kesepian juga lebih cenderung mengatakan bahwa orang lain tidak menyukai mereka, merasa curiga terhadap orang lain, dan menganggap orang lain bermaksud menyakiti.
 
3. Merasa sendiri meski berada di keramaian
 
Tidak mengherankan, orang yang kesepian cenderung mengatakan bahwa mereka merasa sendirian. 
 
 
Seseorang mungkin merasa kesepian jika memiliki lebih dari selusin teman, sementara orang lain mungkin tidak merasa kesepian sama sekali jika hanya memiliki beberapa teman.
 
4. Tidak ingin bersosialisasi
 
Tanda kesepian yang umum namun tampaknya kontradiktif adalah sebenarnya seseorang kurang tertarik bersosialisasi dibandingkan biasanya. 
 
Saat kesepian, memikirkan jalan-jalan malam saja sudah bisa membuat merasa lelah.
 
 
Pada akhirnya, seseorang mungkin akan menghadiri acara keramaian sama sekali.
 
5. Merasa sedih dan terjebak dengan pikiran sendiri
 
Merasa kesepian bisa melelahkan secara emosional. Dalam sebuah penelitian, mahasiswa yang kesepian juga lebih mungkin mengalami gejala kecemasan, depresi, dan stres.
 
Seiring waktu, keraguan diri dan perasaan tidak berharga bisa mengakar. Keraguan pada diri sendiri menyebabkan orang berfikir terlalu keras dan tidak melakukan apapun.
 
 
6. Tidak enak badan, daya tahan tubuh turun
 
Selama beberapa dekade, para peneliti telah mengetahui bahwa kesepian yang berkepanjangan berhubungan dengan kesehatan fisik yang buruk dan bahkan resiko kematian.
 
Bukti yang menghubungkan hubungan sosial dengan kesehatan fisik paling kuat terdapat pada penyakit jantung dan dampak stroke.
 
Saran tersebut mengacu pada tinjauan penelitian yang menemukan kesepian meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 29 persen dan stroke sebesar 32 persen.
 
 
Gejala fisik kesepian bisa berupa sakit kepala, nyeri tubuh, gejala mirip flu, dan masalah tidur.
 
7. Menghabiskan banyak waktu di media sosial
 
Penggunaan media sosial dapat menutupi dan menciptakan kesepian secara bersamaan.
 
Penelitian menunjukkan jika seseorang menggunakan media sosial untuk memenuhi kebutuhan bersosialisasi, mungkin saja seseorang tersebut sedang mengalami kesepian. 
 
 
Orang-orang yang menggunakan media sosial untuk menjalin hubungan sosial lebih cenderung merasa kesepian dibandingkan mereka yang menggunakannya untuk tujuan lain, seperti menghindari kebosanan.
 
8. Perilaku berlebihan pada suatu aktivitas
 
Seseorang yang tampak secara kompulsif makan berlebihan, tidur seharian, atau belanja berlebihan, mungkin secara tidak sadar berupaya mengelola perasaan hampa atau sendirian.
 
Tanda-tanda ini lebih dari sekedar observasi klinis. Perasaan kesepian membuat seseorang ingin membeli sesuatu lebih dari biasanya.
 
 
Jika kebiasaan terasa di luar kendali atau diliputi gejala kesepian, pertimbangkan untuk menghubungi psikoterapis atau ahli kesehatan terpercaya lainnya.
 
Seseorang sering kali dapat mencegah kesepian secara preventif dengan menjadikan hubungan sosial secara teratur sebagai bagian dari perawatan diri.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore