Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 April 2023 | 18.14 WIB

Ingin Mancungkan Hidung, Prosedur Rhinoplasty bisa Jadi Pilihan

Ilustrasi: Operasi memancungkan hidung dengan praktik rhinoplasty

JawaPos.com - Memiliki bentuk wajah proporsional memang kerap diinginkan hampir semua orang. Selain pipi yang tampak v shape, bentuk hidung juga sangat berperan penting dalam standarisasi wajah ideal.

Bentuk hidung memang mempengaruhi fitur wajah. Karenanya banyak yang ingin mengubah bentuk hidung dengan beberapa cara, salah satunya dengan prosedur rhinoplasty.

Rhinoplasty sendiri merupakan prosedur bedah kecantikan yang digunakan untuk mengubah bentuk hidung dengan tampilan yang berbeda. Tindakan ini dapat merubah struktur tulang sehingga hidung akan tampak lebih tinggi dan mancung.

Prosedur rhinoplasty dapat juga dikatakan sebagai implan hidung. Implan hidung sendiri terdapat beberapa jenis, salah satunya menggunakan silikon padat yang dianggap lebih efisien karena pasien tidak perlu menjalani operasi pengambilan tulang sebagai implan terlebih dahulu.

“Silikon padat dipilih karena aman. Permukaannya yang lembut dan licin, mudah dibentuk, lebih alami, pemakaian lebih mudah, waktu operasi lebih singkat dan mudah diangkat jika sudah tidak diinginkan lagi. Silikon padat juga menghasilkan struktur penyangga yang lebih baik sehingga hasilnya natural” ujar dr. Novi Arlisma dari Novi’s Clinic Bekasi, menurut keterangan tertulis yang diterima.

Novi juga menjelaskan bahwa rhinoplasty sangat cocok dilakukan bagi orang yang merasa bosan mengulang treatment estetika lain yang bersifat sementara, seperti tanam benang dan filler. "Rhinoplasty adalah perawatan yang bersifat hampir permanen karena dapat bertahan 10-20 tahun. Pasien dapat dengan mudah mengambil keputusan dengan menganti implan ataupun membuangnya," katanya.

Novi menuturkan, operasi rhinoplasty atau implan hidung dilakukan dengan anestesi local. Ada dua teknik yang digunakan ketika pembedahan, yaitu teknik terbuka dan tertutup. Kedua teknik yang berbeda ini, menghasilkan keuntungan yang sama dan tidak dapat dibandingkan untuk hasil yang lebih baik.

Teknik terbuka memiliki sayatan eksternal pada columella, nantinya luka bekas sayatan akan menghilang dalam beberapa waktu. Sedangkan teknik tertutup tidak memiliki sayatan eksternal di sisi luar hidung karena sayatan tersembunyi di dalam hidung pasien, dan modifikasi dilakukan dari dalam lubang hidung.

Lebih lanjut lagi, Novi juga menuturkan bahwa meskipun salah satu teniknya terdengar lebih menarik, namun dokter yang berpengalaman akan memberikan keputusan terbaik untuk menghasilkan perawatan yang optimal.

Novi memaparkan bahwa prosedur rhinoplasty memiliki beberapa manfaat. "Mulai dari meninggikan batang hidung, meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki asimetri wajah, meningkatkan kualitas pernapasan, sampai memperbaiki disabilitas bawaan seperti obstruksi hidung, dan sumbing," katanya.

"Setelah melakukan tindakan, pasien juga bisa beraktivitas seperti biasa di hari yang sama. Namun ada beberapa hal yang perlu perhatikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, yaitu dianjurkan untuk tidur telentang selama 1-3 hari," ujar Novi.

Ia melanjutkan, pasien baru boleh tidur telungkup setelah 3 bulan pascaoperasi. "Perban akan dilepas jika sudah 1 minggu. Wajah juga akan membengkak selama 1-2 minggu, dan hasil operasi akan terlihat natural setelah 1-3 bulan," tutupnya.

 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore