Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Mei 2024 | 14.38 WIB

Wajib Baca! 7 Aspek Perkembangan Golden Age Anak , Mulai Motorik Halus hingga Sosial Emosional

Anak perempuan yang sedang belajar melukis untuk mendorong kemampuan motorik halusnya (freepik) - Image

Anak perempuan yang sedang belajar melukis untuk mendorong kemampuan motorik halusnya (freepik)

JawaPos.com – Golden age atau lebih dikenal dengan usia emas anak adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting di masa awal kehidupannya.  

Dikenal sebagai golden age karena di periode ini fungsi otak anak mengalami perkembangan yang sangat pesat di usia 5 tahun pertamanya.

Dalam hal ini, anak memiliki kemampuan menyerap informasi dengan mudah dan cepat.

Di usia emas ini juga, orang tua memiliki peranan penting dalam menentukan si kecil akan tumbuh dan berkembang ke depannya.

Tidak hanya pertumbuhan otak, di periode ini anak juga mengalami perkembang fisik yang begitu pesat.

Dikutip dari laman Siloam Hospitals, ada berbagai masalah yang terjadi akibat kurangnya pemenuhan kebutuhan anak pada masa golden age diantaranya stunting, keterlambatan bicara, gangguan kognitif hingga gangguan perilaku.

Kemudian dilansir dari laman Bebeclub dan Halodoc, terdapat tujuh aspek perkembangan anak di masa golden age yang perlu orang tua ketahui diantaranya.

  1. Perkembangan motorik halus

Keterampilan motorik kasar merupakan kegiatan yang berfokus pada penggunaan tangan dan jari si kecil untuk mengendalikan objek-objek kecil.

Ada beberapa stimulasi yang bisa Anda terapkan untuk mendukung kemampuan motorik halus diantaranya mengancingkan baju, memegang pensil, mengambil makanan atau menggambar.

Keterampilan tersebut mampu membantu anak dalam proses pembelajaran menulis dan melakukan aktivitas sehari-hari.

  1. Perkembangan motorik kasar

Keterampilan motorik kasar merupakan gerakan yang melibatkan kelompok otot besar dan pada umumnya gerakannya lebih energi dan rumit daripada motorik halus.

Adapun contoh kegiatan motorik kasar seperti belajar menendang bola, melompat dan menaiki tangga.

Anda bisa memulai stimulasi motorik kasar di usia 2 bulan pertama kehidupannya. Karena di usia ini si kecil biasanya sudah menunjukkan kemampuan menendang-nendangkan kakinya.

Meskipun terlihat sepele, namun ada beberapa dampak jika anak tidak menguasai kemampuan motorik kasar ini. Mulai dari sulit merapikan mainan hingga mengikuti permainan fisik.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore